BPost Cetak

Sebanyak 33 Persen Mahasiswa Baru ULM dari Jalur Mandiri, Riska Bayar UKT Rp 16 Juta

Sebanyak 33 persen mahasiswa ULM masuk melalui jalur mandiri. Proses masuk ULM melalui jalur ini disorot sejak ditangkapnya Rektor Unila

Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
BPost Cetak Edisi Selasa (30/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penangkapan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani, Wakil Rektor I Heriyandi dan Ketua Senat M Basri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat penerimaan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur mandiri dipertanyakan. Ketiga petinggi Unila tersebut diduga menerima suap dari peserta.

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim pun menyatakan akan melakukan investigasi dan mengevaluasi penerimaan mahasiswa jalur mandiri. Hal tersebut tentunya juga dilakukan terhadap Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Penerimaan mahasiswa jalur mandiri telah dilakukan ULM. Salah satu yang diterima adalah Riska. Dia diterima di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran.

Riska mengaku senang cita-citanya mendekati kenyataan, kendati orangtua harus membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sekitar Rp 16 juta per semester. “Orangtua saya setuju saja. Yang penting saya kuliah serius,” ujarnya kepada BPost, Rabu (24/8).

Riska mengambil jalur mandiri karena tak berhasil melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kemandirian terasa sejak awal karena untuk mendaftar saja dia harus membayar Rp 300 ribu.

Berdasarkan data ULM, UKT tertinggi ada di Pendidikan Dokter yakni Rp 17,7 juta untuk golongan delapan. Demikian pula golongan tertinggi di Kedokteran Gigi.

Sementara Farmasi untuk golongan delapan menyentuh angka Rp 10 juta. Akuntansi, Pendidikan IPA dan Teknologi Pendidikan sekitar Rp 6 juta. Sedangkan Fakultas Kehutanan sekitar Rp 3,3 juta.

UKT golongan delapan di Fakultas Kedokteran telah tanggung Marliana (sebut saja demikian). Mahasiswi Program Studi Kedokteran Program Sarjana (PSKPS) ini memasuki tahap akhir.

“Kalau jalur mandiri itu hanya untuk golongan 7 dan 8, tergantung penghasilan orangtua. Tidak bisa memilih golongan di bawahnya,” kata Marliana. Di Fakultas Kedokteran, UKT golongan tujuh lebih rendah sekitar Rp 1 juta dibanding golongan delapan.

Selain UKT, mahasiswa jalur mandiri harus membayar sumbangan pengembangan institusi. Ini tidak berlaku bagi mahasiswa jalur seleksi. Mengenai besarannya, Marliana tidak mengetahui.

“Kemarin orangtua yang mengurus, saya kurang tahu, tapi rasanya jutaan juga, selain biaya pendaftaran Rp 200 ribuan,” paparnya.

Ditanya perbedaan fasilitas antara jalur mandiri dan reguler, ia menyebut sama saja. Namun demikian, Marliana tidak mempermasalahkannya.

“Alhamdulillah orangtua mendukung, dan uangnya ada saja, jadi saya bisa masuk FK ULM,” ujarnya.

Menyandang status sebagai PTN terbesar dan terbaik di Kalsel dan Kalteng dengan akreditasi A, ULM menjadi sasaran utama calon mahasiswa dari banyak daerah.

Wakil Rektor I Dr H Aminuddin Prahatama Putra mengatakan pada 2022 ULM menerima 6.188 mahasiswa. Sebanyak 1.136 mahasiswa diterima dari jalur SNMPTN. Sebanyak 2.979 mahasiswa diterima melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Sedangkan 2.073 mahasiswa lainnya atau sekitar 33 persen diterima melalui jalur mandiri.

Sebagian besar mahasiswa jalur mandiri masuk Fakultas Hukum. “Fakultas Hukum menjadi prodi dengan minat tertinggi,” ujarnya.

Disinggung mengenai kejadian di Unila dan besaran iuran pengembangan institusi di ULM, Aminuddin mengatakan hal itu bukan kewenangannya. “Wah kalau ini di luar kewenangan saya. Silakan langsung ke rektor,” ujarnya.

Sedangkan Anggota Komisi IV DPRD Kalsel Wahyudi Rahman saat dimintai pendapatnya mengatakan ULM bukan mitra kerja dewan melainkan hanya hubungan kerja. “Jadi kami di DPRD Kalsel tidak bisa memberikan komentar terkait jalur mandiri itu, kecuali ada temuan kasus,” katanya. (rii/acm)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved