Ekonomi dan Bisnis

Inflasi Kabupaten Tabalong Termasuk Terendah Secara Nasional, TPID Kalsel Kunjungi Pasar Petani

Rombongan TPID Kalsel didampingi pejabat TPID Kabupaten Tabalong kunjungi Pasar Petani di Pasar Agribsnis untuk mendalami terjadinya inflasi rendah.

Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
Wakil Bupati H Mawardi beli sayuran di Pasar Petani kompleks Pasar Agribisnis, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (31/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Menjadi satu dari tiga daerah penghitung inflasi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalse), berbagai cara terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk bisa mengendalikan angka inflasi.

Seperti yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabalong, Rabu (31/8/2022), dengan menggelar Pasar Petani di Pasar Argribisnis.

Pasar petani ini melibatkan petani yang ada di Kabupaten Tabalong untuk bisa menjual langsung hasil tanaman holtukultura yang mereka kembangkan sendiri.

Pelaksanaan pasar petani ini juga mendapat perhatian dari TPID Kalsel yang datang langsung untuk melakukan peninjauan.

“Hari ini sengaja datang dalam rangka melihat sejauh mana perkembangan dari Pemkab Tabalong dalam rangka mengatasi dan mengendalikan inflasi," kata Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Biro Perekonomian Setda Kalsel, Agus Salim, ditemui di Pasar Agribisnis Kabupaten Tabalong.

Baca juga: Ketua Apindo Kalsel Meminta Pemerintah untuk Menunda Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Harga Emas Antam Cenderung Bergerak Turun pada Agustus,  Begini Penutuan Pedagang di Banjarmasin

Kedatangan mereka ini, menurutnya, dikarenakan saat ini Kabupaten Tabalong inflasinya termasuk yang terendah di tingkat nasional, di angka 0,04.

"Ini sangat rendah sekali. Makanya kami sangat ingin melihat. Karena di Kalsel ada tiga kota penghitung inflasi, pertama Banjarmasin, kedua Tabalong dan ketiga Kotabaru.Untuk saat ini inflasi di Kotabaru cukup tinggi, berada di angka 6,65," ujarnya.

Penyebab meningkatnya inflasi di Kotabaru karena mengalami kesulitan untuk mendapatkan beras dan juga daging ayam. Sementara itu, di Kabupaten Tabalong, ada yang surplus.

Kondisi inilah yang segera ditindaklanjuti dengan merencanakan MoU antar kabupaten kota agar bisa melakukan kerja sama dalam hal pasokan pangan. Terutama sekali bagi daerah penghitung inflasi.

"Contohnya, Kotabaru inflasi di beras dengan daging ayam. Ternyata di Tabalong ada kelebihan. Dari pada dikirim ke provinsi luar, alangkah bagusnya untuk mengatasi di kabupaten tetangga sendiri. Kerja sama ini yang mau kita kondisikan," jelasnya.

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Banjarmasin Turun, Telur Ayam Jadi 29 Ribu Per Kilonya

Baca juga: Harga Pertalite Rabu 31 Agustus 2022 di SPBU Seluruh Indonesia, Cek Harga di Kalsel, Banten, Jakarta

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved