Berita HSU

Jalan di Amuntai Jadi Jalur Alternatif Angkutan Bermuatan, Warga Berharap Tak Ada Lagi Kerusakan

Komunitas dan warga Kabupaten HSU mengingatkan agar pengalihan angkutan berat melalui Amuntai tidak menimbulkan kerusakan.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Kondisi jalan yang tahun lalu mengalami kerusakan akibat adanya angkutan bermuatan dan kini sudah diperbaiki, yakni di Desa Palampitan Hilir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (31/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akan melakukan sosialisasi kepada warga mengenai dilakukannya pemindahan jalur alternatif untuk angkutan melalui jalan nasional.

Hal ini disebabkan karena arus lalu lintas akan teralihkan selagi berlangsung perbaikan Jembatan Paringin di Kota Paringin,  Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Dishub HSU, Hamdani, Rabu (31/8/2022), mengatakan, hasil koordinasi memiliki dua opsi yang diajukan ke Gubernur Kalsel. 

Pertama, untuk kendaraan truk di bawah 8 ton bisa melewati Kecamatan Lampihong. Kedua, untuk ukuran yang lebih panjang dan lebar di atas 8 ton melewati jalan nasional yang ada di Kabupaten HSU.

"Kami akan melakukan sosialisasi seperti saat pengalihan jalan alternatif pada tahun lalu, menghadirkan dari Dinas Perhubungan Provinsi, Muspida, Camat dan juga LSM dan camat, akan kami atur segera," ujarnya, Rabu (31/08/2022). 

Baca juga: Perbaikan Jembatan Paringin Kabupaten Balangan Dimulai, Jalur Alternatif Disiapkan

Baca juga: Kepala Dinkes Kalsel dr Diauddin Sebut Ada Penderita HIV/AIDS yang Masih Malu untuk Berobat

Ditambahkan Hamdani,  seluruh pihak perlu bekerja sama dalam menjaga jalan kabupaten agar tetap baik, jangan sampai, angkutan berat melewati jalan kabupaten.

Sebelumnya sempat terjadi, karena jalan nasional yang mengalami kerusakan. Namun saat ini jalan nasional sudah diperbaiki, sehingga diharapkan tidak ada angkutan bertonase yang melewati jalan kabupaten. 

"Pengalihan jalan dilakukan selam dua hingga tiga bulan. Pihak dari Balai Jalan atau BPJN Kalsel juga berkomitmen untuk menjaga dan memperbaiki, jika ada kerusakan di jalan Kabupaten HSU," ungkapnya. 

Jalan nasional yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara sempat mengalami kerusakan parah, hingga menyebabkan angkutan bermuatan atu truk terguling. Namun saat ini sudah dilakukan perbaikan.

Sementara itu, dengan dipindahkan kembali jalur jalan melalui Amuntai, mendapat komentar beragam.

Baca juga: Galian Tanah Sempat Longsor, Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Pramuka Banjarmasin Jadi Molor

Baca juga: Viral di Medsos, Pemuda 18 Tahun Ini Hajar Perempuan Pemilik Toko Ponsel di Tanbu Kalsel

Salah satunya dari anggota Koalisi Masyarakat Peduli Keadilan Jalan (Kompak-Ja) yang sebelumnya sempat melakukan unjuk rasa mengenai kerusakan jalan di Kabupaten HSU akibat angkutan bermuatan. 

Menurut Budi Lesmana, anggota Kompak-Ja, pihaknya menyayangkan dengan adanya angkutam bertonase tinggi yang kembali melintasi Amuntai. Karena, berisiko membuat jalan dan jembatan di Kabupaten HSU mengalami kerusakan lagi. 

"Jangan sampai kejadian tahun lalu terulang lagi. Apalagi jika pengalihan dilakukan dalam waktu yang lama, maka akan membuat jalan kembali rusak padahal saat ini masih dalam masa pemeliharaan," ujarnya. 

Pihak pemerintah dan perusahaan semen Conch yang membawa dengan angkutan bertonase, menurutnya, perlu ada alternatif lain. "Kasus serupa akan terus terulang. Keluhan jalan dan jembatan rusak bisa muncul kembali," ungkapnya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved