KalselPedia

KalselPedia - SMK Farmasi SF Barabai, Siswanya Punya Produk Bedak, Balsem Hingga Kosmetik

Produk siswa SMK Farmasi Pangeran Suryanata Barabai, yaitu lilin berpewangi, obat tidur berbahan herbal, lulur tradisional, sabun mandi dan lainnya.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Salah satu dari banyak produk buatan siswa SMK Farmasi P Suryanata Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebagai sekolah kejuruan yang fokus mendalami kefarmasian, siswa SMK Farmasi Pangeran Suryanata (PS) melakukan praktik membuat aneka produk di Laboratorium Kimia.

Sekolah ini berada di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Produk tersebut antara lain lilin berpewangi, obat tidur berbahan herbal, lulur tradisional, sabun mandi, bedak obat gatal, balsam dan lainnya. Produk-produk tersebut digunakan di kalangan siswa sebagai testimoni.

“Selain ilmu meracik obat dari para apoteker, mereka juga membuat produk tersebut, termasuk mendesain labelnya sendiri. Kemudian membuat informasi pada produk berupa komposisi, bahan yang digunakan dan cara pakai,” kata Wakil Kepsek SMKF-PS Barabai, Rafsanjani.

Baca juga: Kalselpedia : SMK Farmasi Pangeran Suryanata Barabai, Ahli Bikin Jamu hingga Meracik Minuman

Baca juga: KalselPedia : SMK Farmasi Pangeran Suryanata Barabai, Lulusannya Ahli Meracik Obat

Baca juga: KalselPedia : Profil Kepala Diskominfotik Banjarmasin, Windiasti Kartika

Para siswa juga diberikan keahlian mengenal dan membaca tulisan dokter dalam resep.

Untuk itu, pihak sekolah juga sering menghadirkan para dokter, terkait mengenal tulisan “keriting” dokter saat memberi resep kepada pasien yang harus dibaca oleh mereka sebagai ahli kefarmasian.

Untuk tenaga pengajar, saat ini ada 30 orang. Terdiri dari tenaga pengajar dari lulusan produktif (praktisi), yaitu apoteker dan bidang kefarmasian lainnnya. Ada pula pengajar untuk pelajaran umum, yaitu agama dan Bahasa Indonesia.

Sebagai sekolah swasta dikelola Yayasan, siswapun diberlakukan iuaran SPP Rp 350 ribu per bulan.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved