Berita Kriminal

Terlibat Dugaan Pemalsuan Dokumen, Pecatan Anggota Polda Kalsel Ditangkap Reskrim Polres Banjar

Diduga melakukan pemalsuan dokumen, seorang pecatan Polri berinisial S (55) ditangkap Unit Reskrim Polres Banjar, Minggu (28/8/2022).

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Diduga melakukan pemalsuan dokumen, seorang pecatan Polri berinisial S (55) yang berdomisili di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) ditangkap Unit Reskrim Polres Banjar, Minggu (28/8/2022).

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i ketika dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (31/8/2022).

"Terkait dengan kasus tersebut memang betul terjadi demikian (penangkapan)," kata Kombes Rifa’i.

Saat ini, tersangka S diamankan di Polres Banjar untuk menjalani proses hukum dimana Ia disangkakan dengan Pasal 263 KUHP.

Kabid Humas Polda Kalsel menjelaskan, ditangkap dan ditetapkannya status S sebagai tersangka didasari laporan saksi korban yang sebenarnya kenal dekat dengan S.

Baca juga: Korupsi di PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, 2 Tersangka Dilimpahkan ke Kejari Banjarmasin

Baca juga: Petugas Polsek Paringin Kalsel Ciduk Tersangka Pelaku Peredaran Gelap Narkotika

Dugaan pemalsuan surat yang dimaksud terkait penjaminan dalam pengajuan pinjaman sebesar Rp 325 juta ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kertak Hanyar pada Tahun 2016 lalu.

Dimana akibat tindakan tersangka, korban pelapor mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

"Kejadian itu Tahun 2016 tapi baru dilaporkan Tahun 2020 karena saat itu dilakukan mediasi namun akhirnya tidak ada penyelesaian dari yang bersangkutan," ujar Kombes Rifa’i.

Soal status tersangka S di internal Kepolisian, Kabid Humas Polda Kalsel menyatakan S sudah dikenakan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat berdasarkan hasil sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada Tahun 2016.

Alasan S dihukum PTDH saat itu karena desersi.

"Statusnya dipecat, untuk dinas di Kepolisian sudah dinyatakan PTDH bukan anggota lagi," kata Kabid Humas.

Meski demikian, putusan PTDH itu kata Kabid Humas digugat oleh S ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin dan saat ini belum ada keputusan inkrah atas gugatan tersebut.

Sebelum dinyatakan PTDH, S yang pernah berpangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA) itu bertugas di Polda Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved