Berita HST

Dukung Meratus Jadi Global GeoPark, Pemkab HST Gandeng Masyarakat Adat

Pegunungan Meratus menjadi kandidat terkuat UNESCO Global Geopark (UGGp) 2022. Hal tersebut disambut gembira Pemkab Hulu Sungai Tengah.

Penulis: Hanani | Editor: M.Risman Noor
Wahyu untuk Banjarmasin Post
Salah satu pohon kariwaya besar yang menjadi spot foto di perjalanan pendakian puncak Halau Halau di Desa Kiyu, Kecamatan Batangalai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pegunungan Meratus menjadi kandidat terkuat UNESCO Global Geopark (UGGp) 2022. Hal tersebut disambut gembira Pemkab Hulu Sungai Tengah.

Menurut Sekda HST H Muhmmad Yani, program pengembangan ekonomi masyarakat dan kepariwisataan selama ini sudah mendukung Meratus sebagai geoparknasional sejak ada penetapan dari pemerintah pusat.

Menurut Sekda, Meratus khususnya di Kecamatan Batangalai Timur, HST saat ini satu-satunya kawasan yang masih perawan atau tidak dirambah illegal logging maupun illegal mining, sehingga statusnya pun sebagai “atap” Kalsel.

Bahkan sejengal dari tanah di kawasan tersebut terdapat anggrek yang jika ada yang mau membawa pulang, harus mendapat izin dari masyarakat adat setempat.

Baca juga: Hari Ketujuh Pencarian Korban KM Teman Niaga, Tim Terpadu Batulicin Kalsel Temukan Satu Jenazah

Baca juga: Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin Diperbaiki, Potensi Kepadatan Lalu Lintas di Jalan DI Panjaitan

Contohnya di Balai Kiu, ada wisatawan yang membawa anggrek dari atas pegunungan, mereka mencegatnya, karena sudah berkomitmen bersama pemerintah kabupaten untuk menjaga floranya.

Di sana juga ada pegembangan hutan meranti dan saat menuju puncak halau halau pendaki masih akan menemukan pohon-pohon berdiameter besar.

Sedangkan untuk faunanya, diakui saat ini mendapat ancaman dari pemburuan burung serta pemburu kumbang Meratus yang kalau diperjual belikan mencapai Rp 200 ribu per ekor.

“Untuk itu perlu penyadaran bahwa fauna yang ada disana berfungsi sebagai rantai makanan dari ekosistem yang jika terganggu merugikan kehidupan manusia,”kata Sekda.

DUkungan untuk menjadi UGGp pun telah ama dilakukan, dengan seriusnya Pemkab HST mensupport Meratus sebagai kasawan ekowisata dengan berbagai program kepariwisataan.

Baik yang dikelola masyarakat, swasta maupun pemerintah. Pemkab HST kata Sekda bahkan sudah melakukan Mou dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional Pengembangan Ekonomi Hijau.

Dengan begitu, pendekatan ekonomi hijau melalui pariwisata bisa dilakukan tanpa mengeskpoitasi hutan meratus. gaimana mensejahterakan masyarakat dengan mengekpore pariwisatanya.

Di mana masyarakat bisa memasarkan hasil bumi dan kerajinan kepada wisatawan. Juga bisa menjadi pemandu wisata dan lainnya.

“Saat ini program pariwisata mengarah ke wisata petualangan. Bupati HST bahkan mensupport dengan melakukan pendakian ke Puncak Halau Halau sebagai bukti Pemkan HST serius memotovasi masyarakat agar menjaga Meratus dan kelestariannya. Termasuk dalam mencegah ilegal logging maupun Illegal Mining, ditingkat masyatakat sudah dilakukan penyadaran sosialisasi langsung. Termasuk melalui mengandeng aktivis lingkungan dan media massa, agar masyarakat menyadari pentingnya lmenjaga Meratus,”kata Yani.

Di sebutkan, untuk Meratus di Kecamatan Hantakan dan Kecamatan Batubenawa serta Kecamatan Haruyan saat ini, telah banyak digarap masyarakat sebagai objek wisata. Banyak objek wisata yang masih alami, seperti Manggasang, Pulau Mas, Pagat, Gua Limbuhang, serta sejulah air terjun, dimana bebatuannya digua juga masih terjaga. Hal tersebut, juga menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menjaga Meratus dengan menggali potensi wisata.

Mengenai upaya illegal mining belum lama tadi, Sekda menyatakan pemerintah akan terus memperjuangkan agar tak sampai dirambah penambangan illegal maupun illegal. “Ini komitmen bersama pemerintah dan masyarakat. UNtuk itu kami pemerintah kabupaten tetap meminta konsistensi masyarakat dan pegiat lingkungan serta aparat kepolisian sebagai penegak hukum,”pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved