Porprov Kalsel 2022

Tujuh Cabor Terancam Tidak Dipertandingkan pada Porprov Kalsel XI 2022 di Kabupaten HSS

Tujuh cabor terancam tak dipertandingkan di Porprov Kalsel di HSS, yaitu bola tangan, dayung, drumband, korfball, billiar, gateball dan taekwondo.

Penulis: Noorhidayat | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOORHIDAYAT
Suasana pertemuan jajaran KONI Kalimantan Selatan bersama pengurus tujuh cabang olahraga (cabor) yang terancam tidak dipertandingkan pada Porprov Kalsel di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kamis (1/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengurus KONI Kalimantan Selatan bertemu pengurus 7 cabang olahraga yang terancam tidak dipertandingkan di Porprov Kalsel di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Pertemuan berlangsung di Sekretariat KONI Kalsel di Banjarmasin, Kamis (1/9/2022) siang. 

Tujuan digelarnya pertemuan tersebut untuk membahas berbagai upaya agar cabor-cabor tersebut tetap dipertandingkan pada Porprov XI 2022.

Tujuh cabor itu adalah bola tangan, dayung, drumband, korfball, billiar, gateball dan taekwondo. 

Dari informasi yang didapatkan, ketujuh cabor tersebut terancam absen lantaran belum ada kesepakatan dengan Panitia Porprov Kalsel di Kabupaten HSS.

Baca juga: Mantan Persib Bandung Kembali ke GBLA Bawa Modal Apik, Luis Milla Janji Da Silva cs Main Gaya Baru

Baca juga: Daftar Transfer Pemain di Ujung Deadline, Ronaldo ke Real Madrid hingga Carroll ke Liverpool

Baca juga: AC Milan Dapatkan Pemain Pengganti Florenzi di Injury Time Bursa Transfer, Pinjam Bek Barcelona

Ketua KONI Kalsel, Bambang Heri Purnama, berkeinginan agar cabor-cabor tersebut tetap dipertandingkan di Porprov nanti.

"Karena cabor-cabor ini, di antaranya masuk dalam daftar cabor unggulan Kalsel di PON. Kita coba bicarakan solusinya. Intinya, tetap akan kita perjuangkan," ucapnya setelah pertemuan bersama tujuh cabor tersebut.

Pihaknya juga akan segera menggelar pertemuan dengan panitia pelaksana Porprov Kalsel 2022 dengan memboyong pengurus tujuh cabor itu.

Kemudian, Bambang juga menyampaikan rencana melakukan audiensi dengan Bupati HSS H Achmad Fikry agar cabor-cabor tersebut tetap diakomodasi dan bisa dipertandingkan.

"Rencana kami, pada tanggal 6 September mendatang melakukan mediasi antara cabor, panitia Porprov dan KONI HSS. Kemudian dilanjutkan audiensi dengan Bupati HSS dengan harapan cabor-cabor ini tetap bisa diakomodasi dan dipertandingkan," tukasnya. 

Baca juga: Angkat Moral Pemain, Suporter Barito inii Sarankan Barito Putera Datangkan Psikolog

Baca juga: Pasca Pecat Dejan Antonic, CEO Barito Putera Sebut Sudah Ada Empat Nama Kandidat Calon Pelatih 

Baca juga: Jadwal Jam Siaran MotoGP San Marino 2022 Live Trans7, Upaya Fabio Quartararo Jaga Pucuk Klasemen

Sementara itu, Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia ( PODSI Kalsel) berharap cabor dayung tetap dipertandingkan, meski di luar Kabupaten HSS

Hal ini mengacu pada beberapa gelaran, yakni Porprov, PON, dan Popnas bahwa cabang dayung pernah dilaksanakan di luar daerah tuan rumah.

“Hari ini Ketua KONI Kalsel akan menandatangani SK penetapan cabor. Jadi, kami tunggu seperti apa nantinya," singkat Donny Wiryawan Achdiat, Sekretaris Umum PODSI Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved