Fikrah

Arba Mustamir

KH Husin Nafarin LC MC menjelaskan tentang Arba Mustamir, ini penjelasanKetua MUI Kalsel ini

Editor: Irfani Rahman
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Arba Mustamir dalam bahasa Arab yang artinya adalah Rabu berkelanjutan. Maksudnya adalah bahwa diriwayatkan dalam kitab Kanjun Najah Wassurur, disitu disebutkan bahwa Allah SWT pada hari Rabu akhir bulan Safar pada setiap tahunnya menurunkan 40.000 bala.

Nah disitulah kita dianjurkan agar terhindar dari bala tersebut melaksanakan pada hari Rabu akhir bulan Safar untuk melaksanakan sholat berjemaah yaitu shalat Asyar dan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dihindarkan dari bala tersebut yang turunnya dibagi dalam hari setahun pada setiap harinya, namun demikian kepada kita diberikan sarana untuk melindungkan diri dari bala-bala tersebut dengan membaca ayat Kursi.

Ayat kursi adalah ayat 255 dari pada Surah Al Baqarah, dalam ayat kursi tersebut Allah SWT menerangkan ayat kursi atau kekuasaannya. Adapun bacaan Ayat Kursi sebagai berikut: “Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim”

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.

Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Ayat Kursi dibaca apabila kita hendak bepergian agar terhindar dari segala bala, dibaca juga ketika datang dari bepergian agar iblis dan setan tidak bisa mengikuti kita untuk masuk ke dalam rumah. Terakhir dibaca ketika hendak tidur agar terhindar tidur nya dari gangguan setan. Seorang perempuan yang sedang haid dibolehkan membacanya karena itu adalah sebagai doa.

Pada hari Rabu akhir dari pada setiap bulan Safar masyarakat juga dianjurkan membaca Surah Yasin, agar terjauh dari dosa. Surah Yasin apabila dibaca waktu siang menghapuskan dosa pada hari itu dan apabila dibaca di waktu malam menghapuskan dosa pada malam itu.

Kemudian dianjurkan pula agar membaca Surah Al Waqiah untuk menjauhkan diri dari kefakiran, ditutup dengan membaca Surah Tabarak atau Al Mulk sebagai pengaman di dalam kubur dari siksa.

Seorang sahabat diriwayatkan dia sedang sakit datanglah Khalifaah Umar kepadanya. Khalifah Umar berkata, “Apakah kepadamu aku kirim seorang tabib (Dokter).” Dia menjawab “Tidak usah.” Kalau tidak usah dikirim dokter, kata khalifah, maka kepadamu ku berikan sejumlah uang untuk keperluan mu dan keperluan anak-anak mu yang perempuan. Dia menjawab, “Wahai Khakifah Umar tidak usah. Mungkin ada orang islam yang lain memerlukan uang ini.” Umar berkata, “Kalau kamu tidak perlu, maka berikan saja kepada anak-anak mu yang perempuan untuk menghindarkan mereka dari kemiskinan.”

Sahabat yang sakit itu menjawab lagi, “Wahai Umar terima kasih, tetapi aku yakin bahwa anak-anak ku tidak akan menderita kefakiran. Karena aku mendengar anjuran Rasulullah SAW bahwa barang siapa yang membaca surah Al Waqiah pada setiap malamnya, niscaya ia tidak akan menderita kefakiran. Aku percaya hal ini, sehingga anak anak ku yang perempuan aku suruh agar membaca Surah Al Waqiah ini pada setiap malam nya.”

Sementara itu dalam riwayat yang lain diriwayatkan bahwa seorang sahabat yang bernama Abu Umamah ra. Ia duduk dalam Masjid Nabawi. Lalu Rasul masuk masjid. Setelah mengucapkan salam beliau bersabda kepada Abu Umamah, “Ya Abu Umamah, ma li araka zalisan fil masjid fi ghairi waktissalah haja waktul amal. Ini adalah waktu berkerja. carilah pekerjaan. Allah SWT berfirman, “Faiza kudiatis shalatu fantassyiru fil ardi wabtaghu min fadlillah wazkurullaha khasiran laallakum tuflihun (Surah al jumah) Artinya apabila telah selesai sholat maka tuntut lah rezeki Allah di muka bumi dan ingatlah banyak-banyak kepada Allah niscaya kamu akan beruntung. Maksud ingat kepada Allah dalam mencari rezki ialah carilah rezeki yang halal, demikian pula cara mencarinya adalah dengan cara yang halal pula. Bila demikian niscaya seorang beriman akan beruntung.

Dalam hadis yang lain diriwayatkan, Nabi SAW pada suatu hari bertemu seorang sahabat bernama Abu Umamah. Setelah mengucapkan salam kepada Abu Umamah, Nabi SAW lalu bertanya, “Ya aba umamah ma li raka jalisan fil masjidi fi ghari waktisshalah.” Abu Umamah menjawab, “humumun lazimatni waduyunun ya rasulaullah.” Artinya aku sedih wahai Rasul, aku banyak punya utang. Lalu Rasul berkata, “faayyna anta min tasbihil malaikati wal qhalaik wabiha yurzakun, artinya di mana engkau dari tasbih malaikat dan para makhluk, dengan tasbih itu mereka dimudahkan dalam mencari rezekinya. Abu Umamah bertanya, “Bagaimana bunyi tasbih itu wahai rasol.” Rasul menjawab, “Baca oleh mu sesudah shalat sunnat Subuh sebanyak 100 kali, yaitu subhanaullahiladzim subhanaullah wabihamdih astaghfirullah. Apabila engkau baca namun iqamat sudah didengungkan, maka engkau ikut saja berjemaah nanti di sempurnakan sesudah sholat subuh. (*)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved