Bisnis

Harga Beras di Banjarmasin Mengalami Kenaikan Signifikan, Banyak Padi Rusak

Harga beras di Kota Banjarmasin mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Banyak padi alami kerusakan.

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id
Pedagang beras di Jalan Cemara Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga beras di Kota Banjarmasin mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut pedagang beras, Ridha, kenaikan harga beras terjadi lantaran padi yang ditanam banyak mengalami kerusakan.

“Di dalam banihnya (padi) tidak ada berasnya, masih kecil. Saya juga kurang tau apa istilahnya, tapi intinya itu,” ujarnya pas ditemui di warungnya di Jalan Cemara pada Jumat (2/9/2022).

Selain itu, ia juga mengatakan harga beras yang dulunya Rp10 ribu satu liter, sekarang sudah naik jadi Rp12 ribu per liternya.

“Katanya ada sejenis hama yang menyerang padi. Pas mau dipanen, banyak padi yang rusak juga,” tandasnya.

Baca juga: NEWS UPDATE - Harga BBM Subsidi Belum Naik, Presiden Jokowi: Masih Dikalkulasi Dengan Hati-hati

Baca juga: Tingkatkan PAD Disektor PBB-P2, Wakil Ketua DPRD Kotabaru Minta Bapenda Lakukan Ini

Senada, agen beras yang berjualan di Pasar Lama Kota Banjarmasin, Muhammad Asman mengatakan kenaikan harga beras ini disebabkan oleh kerusakan dari padi yang ditanam.

“Kemudian faktor selanjutnya yang membuat beras tersebut jadi naik karena adanya pedagang-pedagang nakal yang menumpuk stok. Dijualnya pas harga beras sedang naik,” katanya.

Kenaikan beras ini, kata Asman, terjadi sejak bulan Mei 2022. Beras yang naik tak hanya beras lokas, beras dari luar juga ikut naik.

“Naiknya bertahap, tiap Rp500, sampai menyentuh harga sekarang,” jelasnya.

Misalnya, ujar Asman, beras Pandak yang ia jual dulu per liternya Rp7.500. Sekarang Asman menjual Rp9.000 per liternya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved