Ekonomi dan Bisnis

Harga Karet di Kalsel Turun Hingga Rp 5000 Per Kilogram, Petani Pilih Tidak Menoreh

Harga karet di beberapa daerah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami penurunan hingga Rp 5000 perkilogram

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Ilustrasi-Aktivitas di Pasar Karet Rakyat Jalan Pelita rt 7 kelurahan Agung Kabupaten Tabalong, Minggu (17/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga karet di beberapa daerah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami penurunan.

Misalnya di Balangan, harga karet di sana anjlok bahkan sampai menyentuh harga Rp 5500.

"Harganya murah banar sekarang per kilo Rp 5500. Karena harga turun ini sementara kada handak nurih dulu (tidak mau menoreh dulu," kata petani Karet, Marwah, Jumat (2/9/2022). 

Sementara, berdasar data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, harga karet baru ditingkat petani, dengan K3 40 hingga 50 persen adalah di kisar harga Rp 7. 128 ribu hingga Rp 8.019. 

Sementara, harga jalan pabrikan K3 100 persen dikisaran Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu rupiah.

Untuk karet kering 15 hari lebih stok gudang K3 62-65 persen Rp9.900-Rp10.336. 

Sedangkan karet kering 10 sampai 15 hari stok gudang K3 59 hingga 61 persen, Rp10.500 sampai Rp10.870. 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, drh Hj Suparmi, membenarkan data itu. 

"Ya turun, namun tidak ke dasar anjloknya," kata dia. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved