Ekonomi dan Bisnis

Jelang Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Begini Pantauan Suasana SPBU di Banjarmasin

Sejumlah SPBU di Banjarmasin membatasi kehadirian pelangsir. Pantauan SPBU di Banjarmasin, ada yang tidak melayani pelangsir bergeriken

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman
Tampak di jalur pengisian nomer dua SPBU Veteran ada pelangsir BBM yang sedang menaruh jerigen ke kendaraannya, Jumat (2/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Pelangsir bahan bakar minyak (BBM) masih sering berdatangan ke beberapa SPBU di Banjarmasin untuk mendapatkan pertalite bersubsidi.

Pantauan di beberapa SPBU di Banjarmasin, Jumat (2/9/2022), ada dua SPBU yang sudah menerapkan pembatasan terkait pelangsir BBM.

Pertama, di SPBU Sultan Adam Banjarmasin. Pihak SPBU tersebut melarang pelangsir BBM menggunakan jeriken.

Rizqan, petugas operator pengisian BBM mengatakan pembatasan tersebut sudah lama diterapkan di SPBU Sultan Adam. 

“Penggunaan jeriken sudah kami larang sejak lama. Namun, yang tidak bisa dilarang para pengecer yang menggunakan kendaraan tangki seperti Suzuki Thunder,” katanya. 

Baca juga: Petugas Polres Hulu Sungai Tengah Kalsel Tertibkan Mobil Diduga Pelangsir Solar

Baca juga: Polda Kalsel dan Polres Jajaran Turunkan Tim Antisipasi Aktivitas Pelangsir Solar Bersubsidi

Kendaraan Thunder tersebut, menurut Rizqon tangkinya mampu menampung sekitar 15 liter BBM. Bahkan bisa lebih jika tangki tersebut dimodifikasi.

“Jadi yang kami batasi literan nya aja. Maksimal dalam sehari kendaraan Thunder cuman bisa ngisi 15 liter. Kalau tangkinya dimodifikasi, kami tolak,” terangnya.

Walaupun ada isu kenaikan harga BBM, pelangsir BBM menurut Rizqon tak terlalu banyak.

“Ya paling warga yang berjualan di sekitar sini,” tandasnya.

Kemudian, pantauan selanjutnya di SPBU Benua Anyar juga sudah menerapkan pembatasan yang sama.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved