Ekonomi dan Bisnis

UMKM Sedang Menjamur, Pengusaha Amplang Banjarmasin Terkendala Harga Telur yang Naik

Usaha amplang di Banjarmasin yang dijalankan Suriyani juga turut terdampak akibat melonjaknya harga telur

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman
Produk Amplang olahan Suriyani yang banyak disukai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Usaha mikro kecil menengah (UMKM) saat ini memang menjamur dimana saja, dari kegiatan industri rumah tangga sampai yang sudah memiliki kantor atau pabrik sendiri. 

Contoh UMKM tersebut salah satunya adalah Amplang. Makanan khas Samarinda ini terbuat dari campuran ikan dan tepung yang digoreng garing.

Tak perlu jauh-jauh ke Samarinda, di Kota Banjarmasin sendiri juga terdapat pengrajin Amplang.

Tepatnya di Jalan Teluk Tiram Darat Gang Tiram 8, Hidayah, Kota Banjarmasin.  Terdapat industri rumah tangga yang memproduksi Amplang.

Suriyani, pemilik Usaha produksi Amplang saat didatangi Jumat (2/9/2022) mengatakan, nahan yang dibutuhkan untuk membuat Amplang yakni Ikan Tenggiri, tepung tapioka, dan telur.

“Biasanya produksi itu sekarang empat sampai lima kali dalam seminggu. Satu kali produksi dibutuhkan 25 kilogram Ikan Tenggiri,” ujarnya.

Satu kali produksi tersebut, kata Suriyani bisa menghasilkan sekitar 20 bal.

“Dalam satu bal, biasanya berisi 50 bungkus,” ujarnya. 

Untuk harga yang Suriyani pasang, Rp 5.000 untuk bungkus yang kecil dan Rp 10.000 untuk bungkus yang besar.

“Kami juga menjual yang kiloan sama bal-balan. Yang kiloan itu, sekilo nya Rp120.000. Kalau yang bal, satu bal nya Rp250.000,” ujarnya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved