Berita HST

Taman Wisata Pagat Kabupaten HST Miliki Konservasi Anggrek Meratus untuk Edukasi Masyarakat

Taman konservasi anggrek Meratus terdapat di tempat wisata Pagat, Kabupaten HST, Kalsel, termasuk dari luar negeri dan hybrid.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Kawasan taman konservasi anggrek di hutan mini objek wisata Pagat, Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (3/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tempat wisata Pagat di Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), kini memiliki taman konservasi anggrek.

Berada di kawasan hutan mini objek wisata alam tersebut, upaya perlindungan terhadap sejumlah spesies Anggrek Meratus pun dilakukan, kerja sama antara Pemkab HST dengan Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang HST.  

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Konservasi Alam PAI daerah setempat, M Reza Pahlifi, mengatakan, koleksi anggrek tak hanya spesies Meratus, tapi juga dari luar pulau, luar negeri serta anggrek hybrid.

“Tapi terbanyak anggrek Meratus, ada sekitar 20 spesies,” katanya kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (3/9/2022). 

Budi daya dilakukan, selain memperbanyak, juga menyelamatkan spesies yang terancam punah, baik karena perambahan hutan maupun perburuan di Pegunungan Meratus.

Konservasi yang dilakukan tak hanya di Kabupaten HST, tapi di seluruh kabupaten/kota di Kalsel.

Baca juga: Harga BBM di SPBU Seluruh Indonesia per Sabtu 22 September 2022, Pertalite, Pertamax dan Solar

Baca juga: Pedagang di Barabai Sebut Jangan Bawa-bawa Mandau Berkumpang Simpai Lima, Ini yang Bisa Terjadi

“Konservasi tak hanya dilakukan di suatu kawasan, tapi juga secara perorangan melalui koleksi pribadi oleh pencinta anggrek, hingga komunitas. Misalnya sudah ada di Sebuhur Kabupaten Tanah Laut yang membentuk komunitas tersebut,” urai dia.

Menurut Reza, sama seperti slogan Menyelamatkan Meratus Menyelamatkan Kehidupan, menyelamatkan anggrek pun menyelematkan kehidupan.

Jika Meratus dirambah atau diganggu, dengan sendirinya flora dan faunanya terganggu, bahkan terancam punah.

Melalui konservasi seperti di wisata Pagat HST ini, masyarakat bisa mengenal berbagai jenis Anggrek Meratus dan anggrek jenis lainnya.

Khsususnya pengunjung objek wisata wisata Pagat Batu Benawa ini, bisa menjadi sarana edukasi pentingnya menjaga keseimbangan alam serta pelestariannya.

Baca juga: Dikejar Hingga ke Hutan, Pria Tabalong Ini Ketahuan Buang Bungkusan Berisi 6 Paket Sabu

Baca juga: Jadi Pengepul Judi Togel, Pria 48 tahun di Alalak Banjarmasin Diringkus Personel Satpolair Polresta

Adapun jenis Anggrek Meratus yang terdapat di tempat konservasi, antara lain anggrek hitam Borneo, anggrek bulan, kalajengking, panda mini, anggrek tebu, anggrek pandan, kuku macan dan spesies lainnya.

“Untuk di Meratus Kabupaten HST, terbanyak anggrek tebu,” sebut Reza.

Perawatannya harus menyesuaikan asal daerah tumbuh, sehingga perlakuan menyesuaikan, baik dari sisi cuaca, kebutuhan sinar matahari hingga media tanam.

“Semua bisa dipelajari dengan mengetahui daera asalnya,” ungkap Reza.

Pihaknya masih terus berupaya menambah koleksi bekerjasama dengan PAI berbagai daerah. Koleksi yang ada selama ini pun sebagian besar sumbangan dari berbagai daerah di Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved