Berita Tanahbumbu

Jalan Nasional Ambles dan Rumah Retak di Satui Kabupaten Tanbu, Warga Gelar Aksi Demo

Kerusakan ruas Jalan Nasional mengakibatkan dinding rumah warga retak di Desa Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan.

Penulis: Man Hidayat | Editor: Alpri Widianjono
DINAS PUPR KABUPATEN TANAH BUMBU DAN CAMAT SATUI UNTUK BPOST
Perbaikan ruas Jalan Nasional di Desa Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan. Inset: Kerusakan jalan berdampak pada dinding rumah retak, hingga warga sampai berdemo. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kerusakan ruas Jalan Nasional di Desa Satui Barat, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), makin parah.

Kondisi jalannya ambles sebagian dan dikawatirkan bisa lebih parah lagi. 

Bukan hanya jalan yang retak dan amblas atau terjadi penurunan badan jalan, tetapi sejumlah rumah warga yang terbuat dari kayu dan beton juga alami retak yang cukup parah. 

Bahkan sebagian, warga mengungsi dan sebagian ada yang menetap. Rumah mereka kini juga terancam ambruk. 

Sejumlah warga yang terdampak pun, Sabtu (3/9/2022) , sempat melakukan aksi dipinggir jalan terkait apa yang dialami mereka saat ini menjadi korban jalan retak yang diduga karena efek pertambangan yang tak jauh dari jalan raya.

Baca juga: Masyarakat Balangan Sambut Hangat Kedatangan UAS di Masjid Al Akbar Balangan

Baca juga: Residivis Ditangkap Anggota Polda Kalsel di Gambut Kabupaten Banjar, Sembunyikan Sabu Hampir 2 Ons

Mereka heran karena seakan pihak terkait masih menutup mata atas apa yang mereka alami sekaramg ini. 

Camat Satui, Kadri Mandar, saat dikonfirmasi, Minggu (4/9/2022),  tak membantah ada warga aksi demo di pinggir jalan. Mereka korban jalan rusak dan rumah retak. 

"Informasi dari Kepala Desa, perusahaan melalui rapat di desa sudah memberi berupa tali asih untuk perbaikan rumah yang retak," katanya.

Dia menyebutkan, dari data desa ada sekitar 20 rumah di Desa Satui Barat yang retak di jalan tersebut. 

Belum lama tadi, antara warga dan perusahan juga sudah bertemu untuk pemberian tali asih. Namun, masyarakat kawatir masih tidak sesuai haraoan karena rumah mereka sudah retak. 

Baca juga: Video Bocah 15 Tahun Dikeroyok di Bendung Karang Intan, Ibu Korban Khawatir Pelaku Dendam

Baca juga: Masuk ke Kolong Truk, Seorang Pengendara Tewas di Gunung Kupang Kota Banjarbaru

"Minggu ini, kami akan kembali melaksanakan pertemuan di kecamatan untuk membahas persoalan ini. Sementara itu yang bisa kami informasikan dulu, " katanya. 

Berkaitan soal jalan yang ambles, lanjut Kadri Mandar, itu urusannya dengan Dinas PUPR Kabupaten Tanbu dan Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Selatan (BPJN Kalsel). 

Kepala Dinas PUPR Tanbu, Subhansyah, saat dihubungi untuk penanganan jalan, BPJN Kalsel saat ini sedang menanganinya dan telah dilakukam pengasapalan. "Bagian yang longsoran di Satui Barat ditangani aspal 4 rit, " katanya. 

 

 

Terpisah, Kepala Desa Satui Barat, Syaiful Bahri, mengatakan, kondisi rumah warganya juga sangat memprihatinkan.

Sebelumnya, memang sempat ada tali asih dari perusahaan. Namun seiring dengan retakan baru ini, tentu sangat membahayakan bagi masyarakat. Negitu juga Jalan Nasional itu.

Baca juga: Pembawa Sabu Diciduk Petugas Polres Hulu Sungai Tengah Kalsel di Matang Ginalon

Baca juga: Parkir di Tempat Terlarang di Kawasan RTH Kijang Mas Tanahlaut, Petugas Gembok Mobil Pengunjung

"Kondisi rumah warga ada yang rusak ringan dan ada yang berat dan membahayakan.  Rencana, Senin, 5 September ini kami bersama kecamatan dan perusahaan akan ada pertemuan lagi membahas soal ini, " katanya. 

Mengenai kondisi jalan,  dikatakan, selama tidak ditangani dengan baik atau tidak direklamasi, maka  kekuatan jalan akan lemah dan berpotensi longsor. 

"Harusnya, ini ada jalan alternatif lagi. Walaupun diperbaiki, kemungkinan rusak lagi. Makanya, perlu jalan alternatif. Kalau jalan ini putus, bagaimana arus lalu lintas kita karena yang dari Batulicin, Kotabaru dan Provoinsi Kalimantan Timur juga melewati jalan itu. Jadi, pemerintah harus serius menanganinya," urai dia.

 (Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved