Kriminalitas Kalsel

Pembunuhan di Desa Binderang Tapin Kalsel, Pelaku Kesal Kepala Dipukul Pisau

Terungkap motif dan kronologi insiden pembunuhan di Desa Binderang, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sane
Konfrensi Pers menghadirkan tersangka A (21) pelaku pembunuhan di Desa Binderang Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Senin (5/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Terungkap motif dan kronologi insiden pembunuhan di Desa Binderang, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin Minggu, (04/09/2022) sekitar pukul 03.00 WITA.

Kronologis pembunuhan tersebut diungkap dalam konferensi Pers dipimpin Kasat Reskrim, AKP Haris Wicaksono didampingi Kasi Humas, AKP Agung Setiawan dan Kanit Buser Polres Tapin, , Senin, (05/09/2022).

Mewakili Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser,  Kasat Reskrim, AKP Haris Wicaksono mengatakan, insiden pembunuhan itu bermula  saat pelaku berboncengan bersama satu orang kawannya dari Lokpaikat menuju ke Rantau.

Di tengah perjalanan, pelaku diberhentikan oleh korban dengan alasan menanyakan alamat," jelasnya.

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel, Pemuda di Tapin Tewas Setelah Adu Jotos Gegara Masalah Alamat

Baca juga: Buron Setahun Lebih, Pelaku Pembunuhan di Desa Batung Tapin Kalsel Diringkus Polisi di Kalteng

AKP Haris mengatakan singkat cerita, korban kemudian dibonceng oleh pelaku dengan tujuan mengantarkannya ke alamat yang dimaksud.

"Korban dan pelaku kemudian singgah di salah satu warung di pinggir jalan untuk menanyakan alamat tersebut. Namun pelaku dan penjaga warung menunjuk ke alamat yang berbeda," jelasnya.

Haris mengatakan merasa di bohongi, korban kemudian memukul pelaku dengan menggunakan pisau yang masih ada sarungnya ke kepala pelaku.

"Merasa tidak terima, pelaku kemudian mengambil parangnya lalu mengejar korban yang sudah berjalan kurang lebih 500 meter dari warung," jelasnya.

Haris mengatakan setelah mendapati korban, keduanya sempat berkelahi lalu pelaku menebas korban sebanyak delapan kali.

"Korban masih sempat melarikan diri dan menceburkan diri ke dalam sumur," jelasnya.

Ia mengatakan mendapatkan informasi tersebut, pihak reskrim langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban dari dalam sumur.

"Korban saat dievakuasi dari dalam sumur masih dalam keadaan kritis dan dinyatakan meninggal dunia saat sampai di Rumah Sakit Datu Sanggul," jelasnya.

Ia mengatakan setelah dilakukan olah TKP, pelaku akhirnya diketahui identitasnya dengan inisial A (21) alamat tinggal tidak jauh dari Kecamatan Lokpaikat.

"Karena tidak ada saksi di TKP, sehingga dari hasil penyelidikan, akhirnya pihak kepolisian dapat mengetahui identitas Korban yang berinisial R (27) warga Sungai Raya, Kandangan," jelasnya.

Ia mengatakan melalui pendekatan persuasif bersama pihak Pembakal setempat, akhirnya pelaku diamankan pihak aparat sekitar pukul 08.00 wita.

"Pelaku langsung diamankan pihak Kepolisian bersama barang bukti ke Mapolres Tapin untuk proses pemeriksaan selanjutnya," lanjutnya.

Baca juga: Penemuan Tulang Ungkap Pembunuhan Istri Siri, Dicekik Suami dan Jasadnya di Kubur Dalam Kebun

Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu bilah senjata tajam jenis parang lengkap dengan kumpangnya, satu lembar celana pendek warna hitam dan satu lembar jaket warna hitam.

Atas tindakannya, pelaku dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).
 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved