Berita HSU

Petugas di Kabupaten HSU Akan Menindak Sopir Angkutan yang Melanggar Kesepakatan

Jembatan Paringin diperbaiki mengakibatkan kendaraan besar dialihkan ke Kabupaten HSU, petugas akan menindak sopir angkutan berat yang melanggar.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
ILUSRTASI - Truk terjebak di jalan rusak Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (11/12/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pengalihan jalan ke Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), selama perbaikan Jembatan Paringin di Kabupaten Balangan, mendapat perhatian dari banyak pihak di Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan.

Mengingat sebelumnya juga pernah dilakukan pengalihan jalan dan mengalami kerusakan jalan di wilayah Kabupaten HSU.

Tak ingin hal tersebut terulang lagi kembali, maka digelarlah rapat koordinasi kembali yang dipimpin Plt Bupati HSU Husairi Abdi

Sebelumnya telah adanya kesepakatan dan akan memberlakukan kembali kesepakatan tersebut, yaitu penindakan tegas.

Utamanya, terhadap kelebihan muatan yang tidak sesuai dengan kelas jalan kelas III maksimal 8 ton dibuktikan dengan surat jalan atau Delivery Order (DO) dari perusahaan.

Baca juga: Kasus Sambo Terjadi di Lampung Tengah, Kanit Provos Tembak Mati Aipda Zulkarnain

Baca juga: Oknum Honorer Embat Uang Rp 100 Juta Dalam Brankas di SMK Kabupaten Balangan Kalsel

Penindakan pelanggaran angkutan barang akan dilakukan tindakan tegas oleh aparat yang terkait di Kabupaten HSU.

Pemasangan rambu lalu lintas sesuai status jalan dan jembatan, nanti dilaksanakan masing masing yanh berwenang untuk mempertegas tindakan hukum di lapangan. 

Kesepakatan lain, yaitu PT Conch dan pengguna jalan dapat menyesuaikan armada pengangkut muatan sesuai dengan kelas jalan yang dilalui .

Serta, mengangkut dengan kendaraan yang memiliki kapasitas angkutan maksimal 8 ribu kg sesuai dengan kendaraan KIR kendaraan yang berlaku. 

Untuk jam operasional angkutan semen Conch melewati Kabupaten HSU adalah pukul 21.00 hingga 05.00 Wita.

Baca juga: Garap Anak Tiri, Ayah di Banjarmasin Ini Kini Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Baca juga: BREAKING NEWS : Rudapaksa Anak Tiri Hingga Melahirkan, Pria Banjarmasin Ngaku Garap Korban 3 Kali

Selain itu, kendaraan angkutan tidak beriringan dan menjaga jarak agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain serta tidak memarkir kendaraan dibahu jalan. 

Sedangkan hasil kesepakatan akan disosialisasikan selama lima hari hingga 9 September 2022. "Untuk penindakan dilakukan pada 10 September jika ada angkutan yang melanggar," ujar Plt Bupati HSU Husairi Abdi.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri Forkopimda, aitu dari Kejaksaan, Polres HSU, Kodim 1001 HSU- Balangan, anggota DPRD, mahasiswa, LSM, camat dan SKPD terkait. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Amos Silitonga, dalam rapt koordinasi dirinya menyampaikan bahwa Balai Jalan Nasional atau BPJN Kalsel bahwa akan melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan jalan nasional di Kabupaten HSU.

"Pengalihan hanya bisa dilakukan ke Jalan Nasional dan Balai jalan Nasional siap melakukan perbaikan jika ada kerusakan baik jalan maupun jembatan, itu hasil koordinasi kami dengan balai jalan," ujarnya.

Baca juga: Warga Semayap Ditebas Mantan Kakak Ipar Pakai Mandau, Pelaku Diamankan Polres Kotabaru Kalsel

Baca juga: Pembunuhan di Desa Binderang Tapin Kalsel, Pelaku Kesal Kepala Dipukul Pisau

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel, Pemuda di Tapin Tewas Setelah Adu Jotos Gegara Masalah Alamat

Berbagai macam usulan diberikan dalam kordinasi tersebut, dimana nantinya hasil kesepakatan juga akn disosialisasikan secara luas termasuk dengan membuat baliho yang dipasang di beberapa titik.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved