Berita Banjarmasin

Ratusan Santri dari Empat Rumah Tahfizh Metode Tartily Banjary Diwisuda di Banjarmasin

Sebanyak 152 santri dari empat rumah Tahfizh di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar diwisuda Gedung Chandra, mendapat sertifikat.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
Wisuda para santri penghafal Al-Qur'an dari empat rumah tahfizh metode Tartily Banjary di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (4/9/2022) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 152 santri penghafal Al-Qur'an dari empat rumah Tahfizh di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), diwisuda, Minggu (4/9/2022).

Kegiatan ini bertajuk Wisuda Angkatan ke III Metode Tartily Banjary dan Rumah Tahfizh Al-Qur'an yang bertempat di Gedung Chandra, Kota Banjarmasin .

Mereka itu dari empat rumah Tahfizh Qur'an, yaitu Al Azhar Al Syarif Manarap, Al Azhar Al Syarif Bunyamin, Al Azhar Al Syarif Pelambuan dan An Nur Banjarmasin.

Puncak dari kegiatan ini adalah wisudawan satu persatu maju ke depan mendapatkan sertifikat dan plakat yang diserahkan Direktur Manajemen Pendidikan Qur'an Metode Tartily Banjary, yakni Ustaz Fakhrie Hanief.

Para wisudawan ini kemudian menaiki panggung dan bersama-sama menghafalkan surah Al Buruj.

Baca juga: Harga BBM Eceran di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Melambung, Masyarakat Antre di SPBU

Baca juga: Harga BBM Naik, Tarif Wisata Naik Kelotok di Banjarmasin Ikut Naik Sebesar Rp 50 Ribu

Baca juga: Harga BBM Naik, Sopir Angkot di Banjarmasin Singgung Kenaikan Tarif Penumpang

Hadir pula Rektor UIN Antasari, Prof Dr H Mujiburrahman MA, memberikan motivasi Al-Qur'an di kegiatan ini.

"Saya pribadi mengucapkan selamat pada santri dan santriwati yang telah berjuang dan berusaha keras dalam mengkhatamkan Al-Qur'an," ucap Ustaz Fakhrie dalam sambutannya.

Pihaknya melaksanakan wisuda ke-III pada hari ini sejak dilaksanakan pertama kali pada 2018 dan 2020 .

Acara ini diadakan agar para santri merasa betul-betul diapresiasi, dihargai serta termotivasi untuk membaca Al-Qur'an.

"Para orangtua yang anaknya wisuda hari ini, patut berbangga bahwa anak-anaknya telah sukses yang mana insya Allah, Al-Qur'an telah tertanam dalam kalbu dan lisan mereka, Insya Allah akan selalu di jalan yang diridhoi Allah SWT dengan petunjuk dari Al-Qur'an," sambungnya.

Baca juga: Bahayakan Pengguna Jalan, Dinas LH Kota Banjarmasin Hilangkan Sejumlah Taman Vertikal

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Minta Santri Kabupaten Hulu Sungai Utara Melanjutkan Pendidikan Islamnya

Baca juga: MTQN ke XVIII Tingkat Kabupaten Tanah Bumbu Diikuti 626 Orang Peserta

Ustaz Fakhrie juga memohon dukungan dan doa semoga Metode Tartily Banjary ini semakin memberikan manfaat untuk ummat dalam memberantas buta huruf Al-Qur'an.

Hadirnya Metode Tartily Banjary ini bukan sebagai metode pesaing bagi metode lainnya, namun sebagai pengamalan yang baik, berlomba dalam hal kebaikan.

"Tentunya kami juga ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa sebagai orang Kalsel, kita juga memiliki karya berharga, karya yang Insya Allah mampu melahirkan generasi yang berkualitas, luhur akhlaknya, mantap bacaan Qur'annya, sempurna hafalannya, sehingga benar-benar menjadi generasi quran yang beriman, bauntung wan batuah," urainya.

Dia juga berterima kasih pada ustaz dan ustazah sebagai pengajar yang membimbing para santri dalam menghafalkan ayat demi ayat Al-Qur'an.

( Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved