Wisata Pemancingan Ikan Rawa di Batola

Wisata Kalsel - Ikan Rawa yang Biasa Didapat Pemancing di Kuripan Kabupaten Batola

Wisata Kalsel. Pemancing di spot wilayah Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), memeproleh papuyu atau betok, haruan atau gabus, sepat.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Pemancing tunjukkan ikan perolehannya di spot wilayah Desa Jambu Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (4/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Hampir setiap hari dikunjungi para pemancing, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala ( Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Tempat tersebut bagaikan surga bagi para angler untuk berburu ikan rawa air tawar. 

Beberapa jenis ikan yang biasa jadi sasaran adalah papuyu atau betok, haruan atau gabus, juga sepat siam. 

Di kawasan rawa-rawa yang terbilang sudah menjadi habitat ikan ini, tidak sulit untuk mendapatkan tangkapan berukuran yang jumbo. 

Baca juga: Wisata Kalsel, Sebagian Spot Memancing di Kuripan Kabupaten Barito Kuala Berbayar

Baca juga: Wisata Kalsel - Kecamatan Kuripan, Spot Pemancingan di Kabupaten Barito Kuala

Hal inilah yang menjadi daya tarik berbagai pemancing luar Kabupaten Batola untuk datang mencoba spot di Kecamatan Kuripan ini. 

Mereka bahkan rela sepanjang hari menghabiskan waktu untuk mendapatkan sambaran dan tangkapan yang memuaskan. 

Seperti yang dilakukan Muhdi, warga Kota Martapura, Kabupaten Banjar, datang bersama rombongan untuk merasakan sensasi strike di kawasan Desa Jambu Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Batola

"Tadi kami berangkat dari Subuh agar bisa mancing lebih lama di sini," ucapnya, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Harga BBM Eceran di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Melambung, Masyarakat Antre di SPBU

Baca juga: Harga BBM Naik, Tarif Wisata Naik Kelotok di Banjarmasin Ikut Naik Sebesar Rp 50 Ribu

Baca juga: Harga BBM Naik, Sopir Angkot di Banjarmasin Singgung Kenaikan Tarif Penumpang

Meski tidak mendapatkan hasil yang terlalu banyak, ia mengaku puas dengan tarikan pupuyu yang ia bawa pulang. 

Karena terbilang jauh dari kawasan penduduk, Muhdi membawa berbagai umpan kail, mulai dari ulat bumbung, tabuan, kalut hingga jangkrik. 

"Karena baru pertama kali ke sini, jadi coba-coba saja umpat apa yang cocok," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved