Ekonomi dan Bisnis

Atasi Harga Sembako Melonjak Pasca Harga BBM Naik, Pasar Murah Akan 34 Kali Digelar di Kalsel

Kenaikan harga bahan pookok akibat naiknya harga BBM dicoba diimbangi Dinas Perdagangan Kalsel dengan menggelar 34 kali pasar murah.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
DINAS PERDAGANGAN KALSEL UNTUK BPOST
Pasar murah digelar di halaman Sekretariat TP PKK Kabupaten Tapin di Kota Rantau, Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), , M Syaripuddin, meminta agar pemerntah kembali menggelar operasi pasar murah bagi masyarakat.

Hal itu mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM yang dipastikan membuat harga bahan pokok di Kalsel akan ikutan naik.

Pasar murah, ujar dia, hendaknya tak digelar saat agenda rutin. Misalnya, menjelang hari raya keagamaan dan peringatan lain. Namun juga dalam rangka mengantisipasi dampak kenaikan satu komoditas nasional.

"Saat BBM naik seperti ini, masyarakat tentu sangat memerlukan pasar murah. Angaran transportasi jadi membengkak, sedangkan keperluan bahan pokok harus tetap terpenuhi," ujarnya.

Salah satu cara untuk meringankan beban masyarakat, ujarnya, adalah menyelenggarakan pasar murah.

Baca juga: Temui Massa PMII Kalsel, Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi

Baca juga: Pemprov Kalsel Siapkan Rp 39 Miliar Bansos Transportasi Pengalihan Subsidi BBM

"Pasar murah akan lebih dirasakan langsung oleh masyarakat, sedangkan bansos masih belum turun," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, mengatakan, akan segera melaksanakan pasar murah yang dimulai 8 September hingga Desember 2022.

Frekuensi menggelar pasar murah sebanyak 34 kali yang tersebar di 13 daerah se Provinsi Kalsel

"Kemudian, sesuai Surat Edaran Mendagri, kam juga berharap supaya pemerintah kota dan kabupaten melakukan hal yang sama dengan didukung APBD di daerah masing-masing.

Pada hari kedua pasca kenaikan harga BBM oleh pemerintah, hasil pemantauan Dinas Perdagangan Kalsel di tiga pasar di Kota Banjarmasin, harga bahan pokok belum mengalami kenaikan yang signifikan.

Baca juga: Harga BBM Bersubsidi Naik, Tarif Ojek Pangkalan di Banjarmasin Juga Ikut Naik

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi, Ribuan Buruh di Kalsel Pastikan Unjuk Rasa

"Mungkin karena barang yang mereka jual masih stok modal lama dan disebabkan Banjarmasin sebagai daerah yang posisi sebagai pusat distribusi. Di kota ini banyak terdapat distributor dan pedagang besar berbagai barang,  termasuk bahan pokok, sehingga biaya angkutan barang tidak banyak berpengaruh mendongkrak terjadinya kenaikan harga," urai Birhasani.

Namun demikian beberapa hari ke depan seiring dengan habisnya stok modal lama, sela dia, harga bahan pokok maupun barang lainnya bisa jadi akan mengalami kenaikan.

Menurutnya, jika itu terjadi,  merupakan penyesuaian dengan harga modal pembelian barang baru.

Mengingat, sebagai dampak langsung maupun tidak langsung dari kenaikan BBM yang menambah tingginya biaya transportasi, biaya produksi dan lainnya, sehingga dibebankan kepada konsumen melalui harga jual suatu barang. 

"Memang, di Banjarmasin sejak Minggu, 2 September, hingga hari ini terjadi kenaikan harga berbagai jenis cabai. Tapi kenaikan tersebut lebih disebabkan akibat terganggunya jalur distribusi akibat cuaca yang buruk," tambahnya.

Baca juga:  Sorot Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Pakar Hukum Sebut Pemerintah Tergesa-gesa

Baca juga: Cordia Hotel Layani Keperluan MengInap Pengguna Lalu Lintas Udara Bandara Syamsudin Noor Kalsel

Kondisi di Kota Banjarmasin, tambahnya, berbeda dengan daerah lain di Kalsel yang sudah mulai menunjukkan kenaikan harga beberapa bahan pokok. Mungkin, karena naiknya biaya angkutan.

"Kami imbau, jangan berbelanja sesuatu yang bukan keperluan, jangan menimbun dan jangan panic buying," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved