Kabar DPRD Tanah Laut

Jalur Tambangulang-Banyuirang Berlubang, Anggota DPRD Tala Sebut Anggaran Perbaikan Telah Disiapkan

Lubang-lubang besar dan kecil makin banyak menghiasi jalan poros Tambangulang, Kecamatan Tambangulang, tembus ke Desa Banyuirang

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
ISTIMEWA/ASNAWININETEEN
Beginilah kondisi badan jalan di Desa Sungai Pinang yang diselubungi lubang-lubang menganga yang cukup menyulitkan dan membahayakan pengendara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kerusakan fisik terus menggerogoti jalan poros Tambangulang, Kecamatan Tambangulang, tembus ke Desa Banyuirang di wilayah Kecamatan Batbati.

Keluhan warga pun kian kerap terdengar dan tersuarakan, termasuk di sosial media.

Pasalnya, lubang-lubang besar dan kecil makin banyak menghiasi jalur alternatif yang menghubungkan Kota Pelaihari--ibu kota Tala--dengan Banjarmasin dan Banjarbaru tersebut.

"Kerusakan paling parah berada di wilayah Desa Sungai Pinang. Banyak lubang-lubangnya dan makin lebar serta dalam," ucap Syahril, warga Pelaihari, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Sikapi Sengketa Lahan di Jorong, DPRD Tanah Laut Ikuti dan Hormati Proses Hukum yang Sedang Berjalan

Ia mengaku kerap melintasi jalan tersebut karena aktivitas usahanya sebagian berada di Banjarbaru.

Meski jarak tempuh kurang lebih sama dibanding melintasi jalan utama trans Kalimantan (A Yani), namun ia lebih menyukai melintasi jalur alternatif itu.

"Lalu lintasnya kan tak ramai sehingga saya merasa lebih nyaman dan lebih teduh karena banyak pepohonannya. Tapi setelah badan jalan rusak, terasa banget sengsaranya," sebut Syahril.

UPIK ASTUTI, anggota DPRD Tala
UPIK ASTUTI, anggota DPRD Tala (banjarmasinpost.co.id/roy)

Dirinya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut agar tak kian parah kerusakan fisiknya.

"Apalagi kan sekarang sering hujan, makin cepat meluasnya lubang-lubangnya," tandasnya.

Anggota DPRD Tala dari daerah pemilihan setempat, Upik Astuti, mengatakan perbaikan kerusakan jalan tersebut telah dianggarkan.

"Penanganannya sudah masuk dalam KUA PPAS 2023, nanti akan diperbaiki terutama mulai dari wilayah Desa Sungai Pinang hingga Martadah," sebutnya.

Dikatakannya kerusakan jalan tersebut memang cukup parah.

Banyak lubang yang menyelubungi badan jalan yang cukup vital tersebut.

Bahkan Astuti mengaku tiap hari merasakan sulitnya melintasi jalan setempat karena dirinya bertempat tinggal di Desa Sungai Pinang.

"Bisa dibilang tiap hari saya melewati jalan yang rusak itu. Apalagi mobil saya rendah, bemper depan sudah banyak tergores saat melewati lubang-lubang yang dalam," sebutnya.

Karena itu sebagai wakil rakyat yang bermukim di wilayah tersebut, kerusakan parah itu juga menjadi beban moral tersendiri baginya kepada publik.

Itu sebabnya dirinya berharap pembahasan anggaran 2023 berjalan lancar sesuai rencana sehingga perbaikan jalan tersebut dapat terlaksana. (AOL)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved