Bisnis

Jajaki Investasi Sektor Energi Baru, Mubadala Petroleum Berganti Identitas Menjadi Mubadala Energy

Mubadala Petroleum Berganti Identitas Menjadi Mubadala Energy. Perubahan dilakukan seiring memperluas peluang investasi.

Editor: M.Risman Noor
istimewa
Mubadala Petroleum Berganti Identitas Menjadi Mubadala Energy 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mubadala Petroleum Berganti Identitas Menjadi Mubadala Energy. Perubahan dilakukan seiring memperluas peluang investasi.

Peluncuran identitas baru Mubadala Petroleum sejalan dengan strategi menuju tahun 2030, yaitu untuk berperan penting dalam transisi energi.

Mubadala Energy akan berkembang di seluruh gas value chain, sambil menjajaki peluang investasi di sektor energi baru seperti blue hydrogen dan carbon capture.

Mubadala Petroleum, perusahaan energi internasional yang berkantor pusat di Abu Dhabi, telah meluncurkan identitas barunya Mubadala Energy.

Identitas baru ini mencerminkan arah strategis baru yang akan menunjukkan upaya Mubadala Energy membangun kontribusinya pada transisi energi dengan memperluas gas weighted portfolio di berbagai bidang seperti LNG sambil mengeksplorasi sektor energi baru termasuk blue hydrogen dan carbon capture.

Baca juga: Gugatan Warga Terkait Revitalisasi Pasar Batuah Ditolak , Begini Penjelasan PTUN Banjarmasin

Baca juga: Biaya Umrah Naik Hingga Rp 5 Juta, Travel di Banjarmasin Sebut karena Kenaikan Harga Avtur

Strategi ini juga melihat fokus strategis pada upaya decarbonizing the business sambil mendorong inovasi dan teknologi di semua lini operasi.

Menanggapi tonggak sejarah penting ini, Musabbeh Al Kaabi, Chief Executive Officer of UAE Investments, Mubadala Investment Company dan Chairman of Mubadala Energy, mengatakan Mubadala Energy telah mendapatkan tempat sebagai pemain utama di panggung energi internasional.

"Identitas baru ini secara akurat mencerminkan bisnis kami dalam fase pertumbuhan berikutnya yang selaras dengan transisi energi melalui gas-weighted portfolio dan peningkatan fokus pada sektor energi yang lebih berkelanjutan," ucap Musabbeh Al Kaabi melalui rilis diterima banjarmasinpost.co.id, Rabu (7/9/2022).

Mansoor Mohamed Al Hamed, CEO, Mubadala Energy menambahkan sangat bangga dengan apa yang telah dicapai sejak didirikan sepuluh tahun lalu.

"Hari ini adalah waktu yang tepat untuk menandakan fokus kami pada transisi energi melalui identitas baru yang berani. Kami membangun rekam jejak yang telah melihat pertumbuhan yang signifikan melalui an expanding gas portfolio, dan dengan kemampuan mendalam serta kemitraan yang kuat di seluruh dunia, kami berada di posisi yang baik untuk memulai babak baru dalam kisah kami sebagai Mubadala Energy," bebernya.

Melakukan perubahan di tahun kesepuluh operasinya, perusahaan terus tumbuh dan saat ini telah menjangkau pasar di sebelas negara dengan mempekerjakan lebih dari 500 orang.

Tahun ini Mubadala Energy juga mencapai production milestone yang signifikan sebesar 500.000 barel setara minyak per hari (boed) untuk pertama kalinya dalam sejarah, yang menandai peningkatan produksi sebesar 22 persen dari tahun 2021.

Pada tahun 2017, Mubadala Energy mengalihkan strategi ke gas alam sebagai bahan bakar yang menjadi jembatan utama dalam transisi energi. Strategi peralihan ini terlihat dari realisasi proyek-proyek utama seperti akuisisi 10 persen hak partisipasi di ladang gas Zohr di dalam Konsesi Shorouk di Mesir, serta investasi terbaru yaitu mengakuisisi 22 persen saham ladang Gas Tamar, di lepas pantai Israel .

Proyek gas besar lainnya termasuk lapangan gas Pegaga yang dioperasikan Mubadala Energy di Malaysia, dimana produksi gas komersial perdananya mencapai production milestone 500 MMscf (juta standar kaki kubik) dan 16.000 barel kondensat, per hari. (banjarmasinpost.co.id)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved