Sport

Kejuroprov Kayak dan Canoe, Atlet Senior dan Junior Adu Cepat di Sungai Awang Banjarmasin

Kejurprov kayak dan canoe digelar di Sungai Awang, Awang Regatta Komplek Mandiri IV Ujung, Banjarmasin

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman
Atlet kayak 4, kayak 2, dan canoe 1 sedang bersiap di Sungai Awang Banjarmasin untuk bertanding, Rabu (7/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov)  kayak dan canoe digelar di Sungai Awang, Awang Regatta Komplek Mandiri IV Ujung, Banjarmasin, Rabu (7/9/2022).

Kejurprov mempertandingkan atlet-atlet putra putri junior dan senior antar daerah di Kalsel berlangsung sampai hari Minggu (11/9/2022), 

Terpantau dari lokasi banyak atlet yang berjibaku dengan kayak dan canoenya.

Surutnya sungai tak menyurutkan semangat dari para atlet yang sedang bertanding ini.

Baca juga: Pengurus PODSI Kalsel Tunggu Keputusan KONI Terkait Dayung yang Terancam Absen di Porprov

Baca juga: Dayung Tak Dipertandingkan di Porprov Kalsel, Banjarmasin Persiapkan Atlet untuk Kejuaraan Lain

Jenis pertandingan yang dipertandingkan yakni kayak 1, kayak 2, dan kayak 4. Kemudian ada canoe 1 dan canoe 2. Angka tersebut merupakan pengayuh dari kayak atau canoe. 

Mustafa, atlet canoe yang mewakili Hulu Sungai Selatan mengatakan siap dengan Kejurprov yang saat ini dipertandingkan. 

“Sudah siap jiwa dan raga. Sudah latihan keras, jadi disini harus habis-habisan pembuktiannya,” ujarnya tegas.

Begitupun Muhammad Syairi, atlet canoe yang mewakili Kabupaten Batola juga mengatakan sudah siap menampilkan ketangkasannya dalam canoeing jarak 1000 meter. 

“Siap ga siap harus siap. Walaupun gugup sedikit tapi gapapa. Kalau sudah di atas canoe, tinggal gas aja,” ucapnya penuh keyakinan.

Sekretaris Umum PODSI Kalsel, Doni Wirawan menuturkan kejuaraan ini diikuti pedayung terbaik dari 11 daerah di Provinsi Kalsel. 

“Yang minus dari Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tabalong. Soalnya mereka tidak aktif,” ucapnya. 

Selain itu, ujar Doni, event ini merupakan pemantauan perkembangan atlet agar bisa dipersiapkan untuk ke kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, Doni menjelaskan atlet junior dihitung berdasarkan tahun kelahiran, maksimal kelahiran tahun 2005. 

“Kalau yang senior, sama seperti PON. Maksimal tahun kelahirannya 1996,” ujar Dony.

Baca juga: Cabor Dayung Tak Disertakan di Porprov 2022, DPD KNPI Batola Buka Suara

Total atlet yang mengikuti Kejurprov kayak dan canoe ini, ujar Doni ada sekitar 100an atlet dari berbagai daerah.

“Itu masih belum dihitung atlet dari perahu naga. Rencananya besok tanding perahu naga juga disini,” tandasnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved