Berita Nasional

KSAD Dudung Angkat Bicara Soal Friksi dengan Panglima TNI Jendral Andika, Perbedaan Hal Lumrah

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman akhirnya angkat bicara seputar friksi dirinya dengan Panglima TNI Jendral Andika Perkasa.

Editor: M.Risman Noor
YouTube TNI AD
Momen Tukul Arwana Dijenguk KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. KSAD memberikan jawaban tentang friksi dengan Panglima TNI AD. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - KSAD Jenderal Dudung Abdurachman akhirnya angkat bicara seputar friksi dirinya dengan Panglima TNI Jendral Andika Perkasa.

Jenderal Dudung Abdurachman mengungkapkan perbedaan menjadi hal lumrah terjadi

Bagi KSAD bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman menyebut ada pihak yang ingin mengganggu kesatuan TNI.

Dirinya juga mewanti-wanti agar jangan sampai peristiwa Gerakan 30 September yang terjadi pada 1965 kembali terjadi.

Baca juga: Dinas Kependudukan Banjarmasin Sosialisasikan Digital ID ke Warga Mulai Oktober 2022

Baca juga: 18 Tahun Kematian Misterius Munir, Aktivis di Banjarmasin Desak Komnas HAM Bersikap

"Kalau TNI pun kemudian ada yang kemudian mencoba mengganggu, jangan sampai terjadi seperti G30S/PKI. Saya perintahkan kepada seluruh jajaran, waspada," kata Dudung di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Meski tidak menyebut nama, Dudung pun menyinggung ada pihak-pihak yang tengah mencoba mengganggu persatuan dan kesatuan di internal TNI.

Dudung menegaskan, TNI tetap solid meski terdapat isu yang menyebutkan dirinya memiliki hubungan tak harmonis dengan Panglima Jenderal Andika Perkasa.

Menurut Dudung, perbedaan pendapat antara seorang KSAD dan Panglima TNI merupakan hal yang lumrah terjadi di semua institusi.

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan tanggapan friksi dirinya dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan tanggapan friksi dirinya dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (Puspen TNI)

"Pangdam dengan kasdam juga pasti ada perbedaan pendapat, kapolri dengan wakapolri, KSAD dan panglima ada perbedaan pendapat itu biasa, tetapi ini jangan kemudian dibesar-besarkan," kata Dudung.

Diketahui, isu ketidakharmonisan antara Andika dan Dudung mencuat dalam rapat Komisi I DPR pada Senin (5/9/2022) yang dihadiri oleh Jenderal Andika Perkasa tapi tak diikuti Dudung.Dalam rapat itu, Dudung diwakili oleh Wakil KSAD Letjen Agus Subiyanto sementara KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan KSAL Laksamana Yudo Margono hadir di rapat.

Sumber : kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved