Ekonomi dan Bisnis

Penurunan Permintaan BBM di SPBU Jalan S Parrman Kota Banjarmasin

Sebuah SPBU di Jalan S Parman Banjarmasin mengalami penurunan permintaan pertalite pasca kenaikan harga BBM. Sedangkan permintaan pertamax meningkat.

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MIA MAULIDYA
Pengisian bahan bakar di SPBU Jalan S Parman, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (6/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Indonesia telah menaikkan harga BBM bersubsidi pada saat Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Harga bensin varian Pertalite menjadi Rp 10 ribu per liter dari sebelumnya Rp 7.650. Solar subsidi dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id , Selasa (6/9/2022) , terlihat tidak ramainya SPBU yang berada di Jalan S Parman,  Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal tersebut dibenarkan Yandi, pengawas SPBU tersebut. Menurut, setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), permintaan mulai menurun.

Baca juga: Atasi Harga Sembako Melonjak Pasca Harga BBM Naik, Pasar Murah Akan 34 Kali Digelar di Kalsel

Baca juga: Temui Massa PMII Kalsel, Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi

"Stok minyak terhitung aman, malah pihak kami merasa ada penurunan permintaan," jelasnya.

Biasa sehari pengisian 2 tangki minyak, sekarang hanya 1 tangki minyak per hari. Sedangkan 1 tangki berkisar 8 ribu liter.

Tetapi menurut Yandi, walaupun permintaan varian Pertalite menurun, terjadi peningkatan di Pertamax.

"Biasa Pertamax 2,5 ribu liter per hari, sekarang mencapai 3 ribu liter per hari," sebutnya.

Baca juga: Harga BBM Bersubsidi Naik, Tarif Ojek Pangkalan di Banjarmasin Juga Ikut Naik

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi, Ribuan Buruh di Kalsel Pastikan Unjuk Rasa

Dia menilai, selain disebabkan harga BBM yang mengalami kenaikan, juga dikarenakan pengendara mobil masih belum banyak yang mendaftarkan dirinya melalui Aplikasi MyPertamina.

"Apabila pemilik mobil tidak mendaftar Aplikasi MyPertamina, ya tidak bisa mengisi varian bensin pertalite dan diarahkan pengisian ke Pertamax," imbuhnya.

Ditempat Yandi pun, bagi warga yang ingin pendaftaran MyPertamina, juga bisa dilakukan bantuan, "Saat ini pendaftaran Aplikasi MyPertamina meningkat sekitar 40 orang per hari," rinci dia.

( Banjarmasinpost.co.id/Mia Maulidya)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved