Tajuk

Rekam Jejak Parpol dan Caleg

Sebagian besar parpol masih mengandalkan muka-muka lama yang saat ini duduk di dewan, untuk maju dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Ketua KPU Kalsel, Sarmuji dan Komisioner Bawaslu Kalsel, Nur Kholis Majid menjadi narasumber Sosialisasi Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 oleh Kesbangpol Kalsel, Kamis (23/6/2022). 

Namun sayangnya track record atau rekam jejak calon selama ini kerap terabaikan.

Ada saja partai yang mengajukan calon yang bermasalah dengan hukum atau memiliki catatan buruk di mata masyarakat.

Akibatnya masyarakat tidak memiliki pilihan yang bagus.

Padahal keberadaan partai politik adalah untuk mencari calon pengambil keputusan yang berkualitas.

Jika orang-orang yang diajukan kurang bagus, tentu kebijakan yang mereka hasilnya juga tidak akan bagus.

Masyarakat juga kerap disodorkan pada politik transaksional.

Harus diakui, di Kalsel, politik uang menjadi salah satu penentu.

Tidak heran jika partai menanyakan modal caleg agar bisa diajukan.

Sementara partai-partai baru yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum bisa diandalkan.

Jangankan mengajukan calon, nasib partai untuk bisa mengikuti pemilu saja masih tak pasti.

Sekarang harus pintar-pintar masyarakat memilih partai dan calon yang diajukannya.

Rekam jejak partai dan calon harus benar-benar diperhatikan.

Partai, kepala daerah dan anggota legislatif hasil Pemilu 2019, yang tidak membela kepentingan rakyat, bahkan menyengsarakan, jangan lagi dipilih. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved