Ekonomi dan Bisnis

BBM Bersubsidi Naik, Pelaku Jual Beli Barang Bekas di Banjarmasin Sebut Besi Bekas Malah Turun

Ditengah naiknya BBM Bersubsidi, harga besi bekas dan lainnya di Banjarmasin justru turun

Penulis: Noorhidayat | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat
Pangkalan jual beli barang bekas di Banjarmasin, Kamis (8/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kenaikan BBM Bersubsidi rupanya belum dirasakan imbasnya oleh pelaku usaha jual beli barang bekas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Seperti jual beli Besi, Aluminium, Tembaga, Accu, dan Kardus bekas, di Pangkalan Simpang Tiga Agus, di Jalan Antasan Kecil Barat, Kelurahan Kuin Selatan.

Menurut Agus pemilik usaha, harga BBM naik tidak sama sekali berpengaruh terhadap usaha yang sudah dijalaninya bersama sang isteri sejak 15 tahun lalu.

"Malah ini besi bekas sedang turun, BBM naik, harga-harga yang lain pasti naik. Tapi, besi dan barang bekas lainnya malah turun," jelasnya. Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Hujan-hujanan Demo Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi di  DPRD Banjar, HMI Kalselteng Ancam Turun Lagi 

Baca juga: Hari Pertama Kantor Pos Cabang Banjarmasin Salurkan BLT BBM untuk 6000 KPM, Berlangsung di 6 Titik

Agus menyampaikan, yang mempengaruhi turun naiknya besi bekas dan lainnya itu adalah ketika ada masuknya barang bekas dari luar negeri.

"Informasi yang saya dengar, rencananya akan ada barang bekas dari China yang akan masuk, makanya harga turun. Belum masuk saja sudah turun, apalagi sudah masuk," bebernya.

Saat ini harga yang berlaku jika menjual barang bekas ke pangkalan Agus, seperti Besi Rp5 ribu/kg, Aluminium Rp17 ribu/kg, Accu Rp12.500/kg, Tembaga Rp80 ribu/kg, dan Kardus Rp2.200/kg.

"Sebelumnya Besi Rp6 ribu/kg, Tembaga Rp90 ribu/kg. Itu harga dua pekan yang lalu. Kalau harga besi memang turun naik, antara Rp4 ribu/kg sampai Rp7.500/kg nya," terangnya.

Barang bekas yang sudah terkumpul banyak, selanjutnya akan diantar ke Pelabuhan Trisakti, untuk selanjutnya dikirim ke Pulau Jawa.

"Kalau sudah sekira dua ton atau tiga ton, maka akan kita kirim ke pelabuhan. Untuk diantar ke pembeli yang lebih besar," tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved