Opini Publik

Ekonomi Berbasis Energi Bersih

kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada energi berbasis fosil yang tinggi karbon.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
R Wulandari Alumnus Program Akademi Keuangan dan Perbankan Indonesia (AKPI) Bandung. 

Oleh: R Wulandari, Pemerhati Masalah Ekonomi dan Bisnis

BANJARMASINPOST.CO.ID - KITA semua membutuhkan energi yang murah. Selain itu, melimpah, dan juga bersih alias tidak mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada energi berbasis fosil yang tinggi karbon. Aktivitas ekonomi kita perlu diupayakan untuk segera beralih ke ekonomi rendah karbon. Cepat atau lambat, energi berbasis fosil harus kita tinggalkan. Pasalnya, di samping tidak menyehatkan anggaran keuangan negara kita, penggunaan energi berbasis fosil juga tidak menyehatkan lingkungan.

Persis pukul 14.30 WIB, Sabtu (3/9/2022) lalu, pemerintah Indonesia resmi melakukan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM), mulai dari pertalite, solar, dan pertamax. Dengan penaikan harga BBM terbaru ini, sejak akhir pekan silam, harga pertalite yang asalnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000. Harga solar subsidi yang semula Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Sedangkan harga pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Salah satu pertimbangan utama kenaikan harga BBM kali ini disebut-sebut karena terus membengkaknya nilai subsidi energi yang kabarnya mencapai Rp 502 triliun. Menurut Presiden Joko Widodo, yang menyampaikan langsung penaikan harga BBM, di Istana Negara, Jakarta, sebenarnya pemerintah ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau masyarakat dengan memberikan subsidi. Namun, tambahnya, anggaran subsidi dan konpensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan diperkirakan akan meningkat terus.

Penaikan harga BBM ini bisa dibilang ibarat makan buah simalakama, karena apa pun opsi yang dipilih sama-sama menciptakan kondisi dilematis. Di satu sisi, bisa saja pemerintah keukeuh memilih opsi tidak menaikkan harga BBM, tapi risikonya APBN kita kemungkinan akan jebol. Di sisi lain, penaikan harga BBM sudah barang tentu bakal berimbas pada kenaikan harga komoditas-komoditas lainnya, yang akhirnya berkontribusi kepada inflasi secara umum, yang berisiko menyebabkan ekonomi nasional stagnan.

Dalam upaya menjaga daya beli masyarakat dari imbas penaikan harga BBM, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 9,6 triliun untuk bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) gaji cair bagi 16 juta pekerja yang memiliki gaji maksimun Rp 3,5 juta per bulan. Selain itu, pemeritah juga menyiapkan anggaran sebesar 12,4 triliun untuk keluarga kurang mampu.

Mempertahankan Energi Murah
Energi adalah kebutuhan kita semua. Bukan cuma untuk kepentingan rumah tangga, tetapi juga kepentingan perusahaan. Semua aktivitas manusia membutuhkan konsumsi energi. Jujur saja, kita semua menyukai energi yang murah. Pemerintah, di mana pun, selalu dituntut untuk mampu menyediakan energi yang semurah mungkin, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk konsumsi perusahaan.

Dalam upaya untuk menyediakan energi yang semurah mungkin inilah, sejumlah pemerintah memilih memberikan subsidi energi. Sepanjang duit negara mencukupi, atau jumlah subsidi yang dikeluarkan tidak terlalu besar, langkah subsidi mungkin tak terlampau sulit dilakukan. Lain soal ketika anggaran negara kian cekak sementara jumlah subsidi yang harus diberikan juga besar, maka subsidi energi akan lumayan memberatkan kas negara. Padahal, sektor-sektor lain, yang mungkin jauh lebih produktif, membutuhkan pula pembiayaan.

Di sisi lain, subsidi energi cenderung membuat masyarakat boros mengkonsumsi energi. Padahal, energi yang kita gunakan selama ini sepenuhnya berbasis fosil yang notabene sangat mencemari lingkungan. Dengan demikian, subsidi energi bukan hanya dapat semakin memberatkan keuangan negara, tetapi juga semakin menambah beban lingkungan.

Pengurangan atau bahkan penghilangan subsidi energi bukan cuma akan lebih menyehatkan keuangan negara, tetapi juga akan menyehatkan lingkungan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved