Kriminalitas Banjarbaru

Kedapatan Bawa 100 Lebih Gas Melon Bersubsidi, Warga Guntungmanggis Banjarbaru Ditangkap Polisi

Pria yang berprofesi sebagai sopir ini ditangkap oleh personel Satreskrim Polresta Banjarbaru, karena kedapatan mengangkut 105 gas LPG bersubsidi

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Eka Dinayanti
Satreskrim Polresta Banjarbaru untuk Bpost
Pelaku beserta barang bukti Tabung Gas LPG 3 Kg. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Barun (60), warga Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalsel harus berurusan dengan polisi.

Pria yang berprofesi sebagai sopir ini ditangkap oleh personel Satreskrim Polres Banjarbaru, karena kedapatan mengangkut 105 gas LPG bersubsidi.

Berdasarkan keterangan pelaku kepada pihak kepolisian, tabung gas melon tersebut ia dapat dengan cara membeli dari oknum sopir truk angkutan elpiji.

Tabung LPG tersebut rencananya akan dijual kembali dengan harga Rp 25 ribu per tabungnya.

Baca juga: Warga Banjarbaru Keluhkan Tarif Air Bersih, Aditya Minta Direktur PTAM Intan Banjar Lakukan Ini

Baca juga: Datangi Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Ratusan Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Tolak Kenaikan BBM

Baca juga: Puluhan Dus Oli Diduga Ilegal Disita Satreskrim Polres Tabalong, Bongkar Penyuplai di Banjarmasin

Baca juga: PNS Kasubag Pengawasan di Bawaslu Banjarmasin Jadi Korban Pencatutan Nama dan NIK oleh Parpol

"Akibat kejadian tersebut sopir beserta barang bukti dibawa ke Polres Banjarbaru untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," kata Kasateskrim, AKP Endris Ary Dinindra, seraya menambahkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk diproses hukum lebih lanjut.

Sedangkan barang bukti yang diamankan dari kasus tersebut, yaitu satu mobil merek Toyota Kijang Super warna hitam DA 1578 PW dan 105 tabung gas LPG ukuran 3 Kg.

Atas perbuatannya tersbut, pelaku akan dijerat dengan pasal 40 ayat 8 UU No 11 Tahun 2020, tentang Cipta Kerja Jo pasal 55 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

"Pelaku kami amankan karena telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, LPG yang disubsidi pemerintah," pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved