Kriminalitas Internasional

Pelarian Pelaku Penikaman Massal di Kanada Berakhir, 10 Nyawa Melayang, Puluhan Korban Luka-luka

Pelaku penikaman sadis di Kanada telah ditangkap. Akibat aksinyaini 10 orang dikabarkan tewas dan puluhan luka-luka

Editor: Irfani Rahman
net
ilustrasi penjara. Pelaku penikaman massal di Kanada telah ditangkap. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sempat menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Kanada, pelaku yang diduga melakukan penikaman massal di Kanada yakni Myles Sanderson akhirnya tertangkap.

Ini setelah aparat kepolisian setempat melakukan pengejaran terhadap pelaku di beberapa kota di Kanada.

Akibat aksi penikaman ini 10 warga Kanada dilaporkan tewas dan 18 orang mengalami luka-luka.

Saat ini Myles Sanderson telah ditahan dan penyidikan masih dilakukan apakah ia melakukan sendiri atau bersama orang lain.

Baca juga: Penikaman Sadis Terjadi di Kanada, 10 Orang Tewas, 15 Luka-luka, Petugas Buru Pelaku

Baca juga: Brankas Selegram Cantik Ini Dibawa Kabur ART, Berisi Uang Rp800 Juta, CCTV Rumah Dicabut

Penangkapan Myles Sanderson mengakhiri perburuan yang membentang di tiga provinsi dan menimbulkan pertanyaan tentang mengapa dia diberikan pembebasan bersyarat penjara meskipun memiliki 59 catatan kriminal dan kekerasan.

Polisi mengatakan dia ditahan di kota Rosthern,Provinsi  Saskatchewan, sekitar pukul 15.30 waktu setempat (4.30 WIB).

Sepuluh korban masih dirawat di rumah sakit, tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

Polisi telah mendakwanya dengan pembunuhan tingkat pertama, percobaan pembunuhan, dan pembobolan properti.

Berita penangkapan tersangka datang segera setelah peringatan dikirim ke pengguna ponsel Kanada pada Rabu (8/9/2022) sore memperingatkan orang-orang di dekat kota Wakaw untuk "segera mencari perlindungan di tempat," karena seorang pria bersenjatakan pisau terlihat mengemudi di wilayah tersebut.

Rosthern adalah 44 kilometer (27 mil) barat Wakaw. Polisi sekarang telah membatalkan peringatan sebelumnya dan mengatakan tidak ada risiko lebih lanjut bagi publik.

Saudaranya, Damien Sanderson, juga diduga berperan dalam serangan pada Minggu (4/9/2022) di daerah pedesaan.

Baca juga: Kapolri Ungkap Pernah Tanya Hal Ini ke Ferdy Sambo, Mantan Kadiv Propam Menangis dan Bersumpah

Baca juga: Cek Harga Minyak Goreng Hari Ini di Alfamart dan Indomaret, Ada Penurunan Harga

Pada Senin (5/9/2022), polisi menemukan tubuhnya dan sekarang sedang menyelidiki apakah saudaranya membunuhnya selama perburuan.

Pada Rabu (7/9/2022), orang tua dari kedua saudara itu meminta putra mereka yang buronan untuk menyerahkan diri.

"Saya ingin meminta maaf untuk putra saya, putra-putra saya," kata ibunya dalam sebuah wawancara dengan CBC News.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved