Kriminalitas Tabalong

Puluhan Dus Oli Diduga Ilegal Disita Satreskrim Polres Tabalong, Bongkar Penyuplai di Banjarmasin

puluhan dus pelumas illegal diamankan dan disita petugas Polres Tabalong untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Humas Polres Tabalong
petugas saat temukan tempat penyimpanan oli diduga ilegal 

BANJARMASINPOST.CO,ID, TANJUNG - Dugaan penggunaan merek dagang secara melawan hukum atau tanpa hak pada produk oli berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Tabalong.

Dalam pengungkapan ini puluhan dus pelumas berhasil diamankan dan disita petugas untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk lakukan pengungkapan ini petugas sampai bergerak ke Banjarmasin untuk membongkar dua lokasi penyimpanan diduga milik penyuplai ke Tabalong.

Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin, melalui PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong, Aipda Irawan Yudha Pratama, Kamis (8/9/2022), menyampaikan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan resmi pihak Yamalube.

Baca juga:  Ambruk Terseret Truk Trailer Alat Berat, Jembatan Gantung di Tabalong Sudah Kembali Difungsikan

Baca juga: Transaksi Non Tunai dengan QRIS Segera Diterapkan di Pasar Tabalong, Bakal Ada Subsidi

Laporan yang disampaikan, Senin (29/8/2022) pagi, tentang adanya pihak yang diduga telah menggunakan merk dagang mereka atau Yamalube dengan cara melawan hukum.

"Berdasarkan laporan dari pihak yamalube, petugas kemudian melakukan penyelidikan," katanya.

Hasilnya, petugas menemukan 1 buah mobil box yang dikemudikan YN (43) warga desa Rantau Bujur, Kecamatan Banjang, Ksbupaten HSU, di Jalan Ir PHM Noor, Kelurahan Sulingan, Kecamatan Murung Pudak, KabupatenTabalong, Selasa (30/8/2022) pagi.

Mobil box ini dan sopirnya kemudian diamankan karena kedapatan membawa puluhan botol pelumas atau oli yang diduga menggunakan merk dagang milik pihak lain dengan cara melawan hukum,

"Dari pengakuan YN, barang-barang tersebut diakui adalah miliknya dibeli dari seseorang berinisial RZ di Banjarmasin yang dikirimkan melalui ekspedisi kepada YN, akan dipasarkan di wilayah Tabalong dan Palangkaraya Kalteng," tambah Yudha.

Dari situ kemudian petugas juga mendapati sebuah toko onderdil milik, RS (54), di Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, yang juga menjual puluhan botol pelumas Yamalube diduga dengan merk dagang bukan produk asli Yamaha.

“RS mengaku barang tersebut dikirimkan seseorang yang diketahui identitasnya berinisial DD yang juga di Banjarmasin," ucap Yudha.

Baca juga: Cuma Miliki HP Jadul, Sejumlah Sopir Angkutan Umum di Tanahlaut Harapkan Ini Pada Pemerintah

Berdasarkan keterangan YN dan RS, petugas melakukan pengembangan dan Kamis (1/9/20202) sore berhasil menemukan bangunan yang menyimpan puluhan dus berisi pelumas diduga bukan produk asli merek Yamaha.

Lokasinya berada di Jalan Yani KM 2, Banjarmasin.

Pemiliknya diketahui merupakan, DD (35), warga Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin

Tak hanya sampai di situ, Jumat (2/9/2022) pagi, petugas menemukan lagi bangunan di Kelurahan Kelayan B, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin yang diakui milik, RZ (35), warga kelayan B, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.

Kini puluhan dus oli tersebut telah disita dan diamankan di Polres Tabalong dan keempat pria yang diamankan, YN, RS, DD dan RZ, saat ini masih berstatus sebagai saksi.

"Saat ini masih saksi hingga adanya berita acara saksi ahli dari Direktur Merek dan Indikasi geografis Ditjen HKI Depkumham RI untuk perbuatan yang dilakukan oleh ke 4 pria tersebut dapat dibenarkan atau tidak menurut hukum yang berlaku," katanya

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved