Berita Banjarmasin

BBM Naik, DPRD Kalsel Minta Tambahan Anggaran Transportasi

DPRD Kalsel meminta tambahan anggaran untuk anggota dewan karena adanya kenaikan BBM.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
Humas DPRD Kalsel
Sosper Ketua DPRD Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Naiknya harga BBM kini tak hanya memberatkan masyarakat namun juga wakil rakyat.

Akibatnya muncul permintaan tambahan anggaran untuk operasional anggota dewan.

Pada DPRD Kalsel misalnya ungkap Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK Jumat (9/9/2022) pihaknya meminta tambahan anggaran untuk anggota dewan karena adanya kenaikan BBM.

"Kami minta tambahan anggaran untuk transportasi," ujarnya.

Baca juga: Komisi 1 DPRD Kalsel Pelajari Pengelolaan Wisata Alam Pujon Kidul Malang

Baca juga: Hujan-hujanan Demo Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi di  DPRD Kalsel, HMI Kalselteng Ancam Turun Lagi 

Permintaan tambahan anggaran untuk transportasi tersebut disampaikan dalam rapat anggaran APBD perubahan 2022 Kalsel.

Selain itu, kata Supian HK, pihaknya juga meminta agar ada kenaikan volume peserta untuk kegiatan dewan misalnya sosialisasi Perda dan wawasan kebangsaan yakni dari 50 orang menjadi 75 orang peserta per titik.

Sementara Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, memang sudah disetujui penambahan peserta sosper dan wasbang anggota dewan Kalsel dari 50 peserta menjadi 75 peserta.

"Total usulan anggaran yang masuk ke kita dari Setwan Kalsel ada Rp 39 miliar," ujarnya.

Menarik, demi mencukupi permintaan tersebut kata Sekda pihaknya masih mencari-cari anggaran dari SKPD lain yang bisa dikurangi anggarannya.

Selain itu dana bagi hasil juga akan dikurangi untuk menutupi permintaan dari Setwan Kalsel.

"Kita masih mencari-cari dari mana dananya yang bisa kita akomodir untuk penambahan anggaran dewan," katanya.

Sementara berdasarkan data Pemprov Kalsel yang dibacakan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam Rapat Paripurna DPRD Kalsel beberapa waktu lalu, pendapatan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2022 mengalami kenaikkan sekitar Rp1,2 triliun dibandingkan APBD murni.

Baca juga: Pascakenaikan BBM, Polsek KPL Banjarmasin Bagikan Paket Sembako kepada Sopir dan Warga Pelabuhan

Baca juga: Sebulan Dua Kali Samkel Buka di RTH Pelaihar Tanahlaut, Ini Jadwal Buka dan Jenis Layanannya

Pendapatan daerah diproyeksikan Rp7,49 triliun, naik sebesar Rp1,2 triliun atau 19 persen dari target pendapatan pada APBD murni sebesar Rp6,28 triliun.

Sedangkan dari sisi belanja dianggarkan Rp7,77 triliun, naik sebesar Rp1,5 triliun atau 24 persen dari belanja daerah, yang pada APBD murni sebesar Rp6,2 triliun.

Sementara penerimaan pembiayaan, yaitu pada jenis pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya dianggarkan sebesar Rp424,8 miliar, naik 750 persen dari penerimaan pembiayaan yang dianggarkan pada APBD murni sebesar Rp50 miliar.

Pengeluaran pembiayaan dianggarkan Rp153,6 miliar, naik sebesar Rp68,6 miliar atau 81 persen dari pengeluaran pembiayaan yang dianggarkan pada APBD murni sebesar Rp85 miliar.

Banjarmasinpost.co.id / Milna

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved