Porprov Kalsel 2022

Cabor Dayung Terancam Absen di Porprov Kalsel 2022, Puluhan Atlet Gelar Unjuk Rasa

Puluhan Atlet dayung ramai menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor KONI Kalsel. Mereka kecewa lantaran dayung tak dipertandingkan di Porprov XI

Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman
Para atlet dayung yang sedang berunjuk rasa, mereka menuliskan aspirasi di selembar kertas, Jumat (9/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kecewa cabor dayung terancam tak dipertandingkan di Porprov XI Kalsel 2022, Puluhan atlet dayung menggelar unjuk rasa di depan Kantor KONI Provinsi Kalsel.

Mereka membawa sejumlah karton berisi tulisan yang mengungkapkan perasaan mereka terkait cabor dayung  yang terancam tak dipertandingkan di Porprov XI Kalsel 2022.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung saat PODSI Kalsel melakukan audiensi dengan KONI Provinsi mengenai Cabor Dayung yang tidak dipertandingkandi Porprov  XI Kalsel 2022

Sebagaimana diketahui, hasil rapat finalisasi cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov XI Kalsel 2022 menuai masalah.  Pasalnya, hasil dari rapat tersebut akan mempertandingkan 40 cabang olahraga. Namun, dari 40 cabor tersebut tidak termasuk cabang olahraga Dayung.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten HSS Beraudiensi dengan KONI HSS, Sukseskan Porprov Kalsel XI

Baca juga: Tujuh Cabor yang Terancam Absen di Porprov Kalsel 2022 Masih Belum Final, KONI Tunggu Finalisasi

Ketua PODSI Provinsi Kalsel, Achadiat Sugian mengatakan,  aksi atlet dayung lantaran dayung tak dipertandingkan dalam Porprov XI Kalsel 2022. 

“Sebenarnya, keputusan rapat tadi malam tersebut tidak bisa dipegang keabsahannya. Karena, kami tetap berpegangan terhadap hasil rakonprov terdahulu yang memutuskan 38 cabor termasuk dayung yang akan dipertandingkan,” katanya. 

Seandainya panitia pelaksana ingin menambahkan atau mengurangi cabor, kata Sugian, maka hal itu harus dirapatkan melalui rakonprov lagi. 

“Kemarin kan diputuskan ada 37 cabor yang siap dipertandingkan. Nah, sebenarnya itu tidak sah, karena keputusannya tidak melalui rakonprov yang merupakan rapat tertinggi,” jelasnya. 

Kemudian, kata Sugian jika ada masalah terkait anggaran atau peralatan, pihak PODSI Kalsel siap menggelontorkan dana dan meminjamkan peralatan ke panitia.

Sekretaris Umum PODSI Kalsel, Doni Wirawan menambahkan harus ada dasar hukum yang jelas dari penambahan atau pengurangan cabor yang akan dipertandingkan di Porprov XI Kalsel 2022.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved