Berita Banjarbaru

Diduga Menyalahgunakan BBM Bersubsidi, Dua Sopir di Banjarbaru Berurusan dengan Polisi

Dua sopir di Banjarbaru berurusan dengan polisi setelah terlibat dugaan penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
Polsekta Lingang Anggang untuk Bpost
Barang bukti BBM Solar Subsidi, yang rencananya akan dijual oleh pelaku, Jumat (9/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Seorang sopir truk diamankan Personel Satreskrim Polresta Banjarbaru, karena diduga telah menyalahgunakan angkutan atau niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis solar.

Sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 40 angka 9 UU No 11 Tahun 2020 tentang, cipta kerja perubahan atas pasal 55 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

Pelaku adalah Anang Busrah (69) warga Kelurahan Syamsuddin Noor, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalsel.

Pelaku diamankan Polisi saat berada Jalan Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru Kalsel, Jumat (2/9/2022) lalu.

Baca juga: Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, KAMMI Kalsel : Bahan Pokok Semakin Mahal

Baca juga: BBM Naik, DPRD Kalsel Minta Tambahan Anggaran Transportasi

Baca juga: Sindir Pemerintah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Banjarmasin Bagi-bagi BBM Gratis

Dijelaskan Kapolres Banjarbaru, AKBP Dody Harza Kusumah melalui Kasat Reskrim, AKP Endris Ary Dinindra, bahwa modus yang dilakukan oleh pelaku, yakni dengan cara memodifikasi tangki bahan bakar truk.

"Setelah dilakukan penggeledahan terdapat satu unit tangki modifikasi yang sengaja di pasang untuk mendapatkan bahan bakar minyak, dalam jumlah lebih dari standar," katanya, Jumat (9/9/2022).

Dari hasil keterangan pelaku dihadapan polisi, yang bersangkutan mendapatkan BBM Bersubsidi jenis solar, dengan cara membeli di SPBU AKR Guntung Manggis.

Pelaku mendapatkan 200 liter bahan bakar minyak jenis solar, dengan cara dua kali pembelian. Masing-masing sebanyak 100 liter setiap kali pembelian.

"Pelaku membeli bahan bakar minyak tersebut dengan harga Rp 5.150 per liternya, lalu rencananya dijual kembali ke pengecer seharga Rp 11 Ribu Perliter," terang Kasar Reskrim

Sementara itu perkara dugaan tindak pidana yang sama juga telah diungkap oleh personel Polsek Lingang Anggang pada Rabu (7/9/2022).

Pelakunya juga merupakan seorang sopir. Dia adalah AG Busera alias Kai Ibus, warga Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalsel.

Meski sama-sama sopir, namun pelaku satu ini tidak menyimpan BBM Solar subsidi di dalam tangki mofikasi, melainkan di dalam jeriken.

Baca juga: Amankan Penimbun BBM, Polres Bontang Amankan 835 Liter Solar Bersubsidi

Masing-masing 13 jeriken kapasitas 30 liter, dua jeriken 20 liter dan dua jeriken 10 liter. Semua jeriken itu dalam keadaan berisi solar ketika ditemukan polisi.

Berdasarkan hasil introgasi pihak kepolisian, pelaku mengakui perbuatannya.

"Pelaku sudah sering melakukan hal tersebut yaitu membeli BBM solar di SPBU kemudian dijual lagi, agar mendapat keuntungan. Dan biasanya pelaku memperoleh keuntungan sebesar Rp 3.200 Perliter," kata Kapolsekta Liang Anggang, AKP Yuda Kumoro Pardede melalui Kasi Humas, Aipda Kardi Gunadi.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved