Tajuk

Ditertibkan Bukan Dimatikan

Mencari tempat strategis menjadi salah satu alasan PKL berada di tempat yang kadang sudah dinyatakan terlarang untuk berjualan.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Perwakilan PKL seberang Bandara Syamsudin Noor menerima SP2 dari Satpol PP Banjarbaru, Kamis (28/7/2022). 

Jangan sampai usai ditertibkan di satu lahan, malah muncul lagi pada lahan yang lain.

Aparat dengan PKL pun seperti kucing-kucingan.

Para pedagang harus betul-betul diajak kompromi mencari solusi.

Bukan malah mematikan usaha. Apalagi saat ini sedang masa sulit akibat pandemi ditambah kenaikan harga BBM.
Pemerintah mungkin bisa menampung hasil jualan mereka untuk dijual di tempat lain.

Bisa pula menjadikan kawasan baru lebih baik dan meramaikan dengan aneka kreativitas, agar PKL merasa lebih senang dan mapan dalam berusaha.

Keberadaan PKL tak bisa ditampik menjadi daya tarik unik dalam dunia usaha.

Keberadaannya juga bisa menopang perekonomian daerah.

Di satu sisi para pembeli akan merasa dimudahkan, sedangkan PKL juga akan menjadi penggerak perekonomian suatu wilayah.

Pentingnya merangkul kalangan PKL ini tentunya juga membutuhkan sinergi banyak pihak.

Tidak hanya pemerintah daerah, tapi para wakil rakyat di Parlemen juga harus terlibat.

Jangan cuma aktif kunjungan kerja ke tempat lain, tapi warga daerah sendiri dilupakan.

Semoga ada solusi terbaik bagi para PKL, agar usaha mereka tidak menjadi mati. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved