Berita Banjarmasin

Pasca Putusan PTUN Banjarmasin, Disperdagin Kembali Jajaki Realisasi Revitalisasi Pasar Batuah

Pasca putusan PTUN Banjarmasin, Disperindagin menjajagi untuk melanjutkan kembali realisasi revitalisasi Pasar Batuah

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Kawasan Pasar Batuah yang akan direvitalisasi oleh Pemko Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), sepertinya kembali fokus untuk merealisasikan program revitalisasi Pasar Batuah.

Hal ini seiring dengan adanya putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, yang tidak menerima gugatan warga terkait dengan rencana revitalisasi Pasar Batuah.

Dan salah satu point penting dari putusan yang sudah terbit secara E-Court pada Rabu (7/9/2022) tersebut, adalah majelis menyatakan bahwa pelaksanaan SK Wali Kota Banjarmasin Nomor 109 tahun 2022 tentang revitalisasi Pasar Batuah yang bersumber dari APBN dan APBD yang dimohonkan para penggugat tetap sah dan berlaku sampai dengan putusan perkara ini telah berkekuatan hukum tetap atau sampai ada penetapan lain yang mencabutnya.

Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ichrom Muftezar menegaskan bahwa pihaknya dalam waktu segera, akan membahas kelanjutan realisasi revitalisasi Pasar Batuah, setelah adanya putusan PTUN Banjarmasin ini.

Baca juga: Gugatan Warga Terkait Revitalisasi Pasar Batuah Tidak Diterima, Begini Penjelasan PTUN Banjarmasin

Baca juga: Dana Pembantuan Kemendag Terancam Hangus, Disperindagin : Revitalisasi Pasar Batuah Bisa Pakai APBD

"Saya sudah meminta Kabid Pasar untuk segera mengagendakan rapat internal dan menyesuaikan dengan jadwal Pemko Banjarmasin. Mungkin saja nanti ada putusan seperti apa, dan dilanjutkan dengan rapat di tingkat Forkopimda," ujar Tezar kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (9/9/2022).

Tezar pun menegaskan bahwa pada prinsipnya Pemko Banjarmasin akan tetap melanjutkan rencana realisasi revitalisasi Pasar Batuah.

"Prinsipnya kita tetap akan menjalankan program revitalisasi Pasar Batuah. Masalah apakah dilakukan tahun ini atau kapan, itu masalah teknis saja. Misalnya tahun ini pengamanan aset terlebih dahulu atau seperti apa," katanya.

Rencana realisasi revitalisasi Pasar Batuah sendiri awalnya digadang dengan dana perbantuan dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian (Kemendag) sebesar Rp 3,5 Miliar, yang bersumber dari APBN. Sedangkan dari APBD Banjarmasin sebesar Rp 1,1 untuk pendampingan.

Ditanya apakah masih memungkinkan melakukan revitalisasi Pasar Batuah menggunakan APBN, setelah sempat tertunda karena adanya gugatan dari warga, Tezar pun meyakinkan masih ada.

"Kalau berbicara masalah kemungkinan, tentu pasti ada. Apakah masih bisa tahun ini atau tahun depan. Kan bisa kita usulkan lagi pada tahun depan," terangnya.

Baca juga: Simpang Siur Mediasi Tahap Kedua Antara Warga Pasar Batuah dan Pemko Banjarmasin

Di sisi lain, Tezar juga menerangkan revitalisasi tetap bisa dijalankan nantinya meskipun tidak menggunakan APBN.

"Yang jelas sumber pendanaan untuk revitalisasi Pasar Batuah, tidak hanya bisa dari APBN saja tapi juga bisa dari APBD. Tapi prinsipnya program revitalisasi tetap berjalan," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)


 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved