Berita Tanahlaut

Sempat Diliburkan Pascakemalingan, Belajar Mengajar di MIS Darul AmannPandahan Tala Kembali Normal

Kegiatan belajar mengajar sempat ditiadakan di MIS Darul Aman Desa Pandahan Tanahlaut menyusul adanya insiden pencurian.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
SAMAD UNTUK BPOST GROUP
Beginilah kondisi ruangan kantor_TU MIS Darul Aman di Desa Pandahan yang berantakan pascadijarah pencuri... 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Aktivitas belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul Aman di Desa Pandahan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (9/9/2022) hari ini, kembali berjalan normal seperti biasa.

Sehari sebelumnya, Kamis kemarin, murid setempat terpaksa diliburkan.

Kegiatan belajar mengajar ditiadakan menyusul adanya insiden pencurian di lembaga pendidikan yang berada di kawasan jalan raya A Yani tersebut

"Hari ini anak-anak sudah masuk lagi, belajar-mengajar sudah bisa kembali dilaksanakan," ucap Samad, guru MIS Darul Aman sekaligus sekretaris Yayasan Darul Amanah Pandahan.

Baca juga: Polsek Batibati Kabupaten Tanahlaut Bekuk Pencuri Bersajam, Dua Unit Handphone Curian Diamankan

Baca juga: Telah Daftar My Pertamina, Pedagang Sayur di Kabupaten Tanahlaut Ini Bingung Tak Bisa Akses Barcode

Ia menuturkan pada Kamis kemarin kegiatan belajar mengajar diliburkan.

Hal itu menyusul ulah si panjang tangan yang menjarah (mencuri) sejumlah barang penting.

Kondisi ruang kantor dan TU acak-acakan akibat aksi pencuri.

Pihak MIS Darul Aman tak berani menyentuh barang-barang yang berserakan tersebut hingga aparat kepolisian datang guna melakukan pengecekan.

Dikatakan Samad, pihaknya sangat terkejut ketika Kamis pagi kemarin tiba ke madrasah dan mendapati pintu ruang kantor dan TU dalam kondisi rusak.

"Tampak seperti dicongkel dengan linggis. Kalau jendela aman karena semua berteralis," papar Samad.

Begitu masuk ke ruangan tersebut, terlihat barang-barang yang ada di ruangan berserakan di lantai.

Lebih mengejutkan lagi, sejumlah barang berharga pun raib.

Barang yang hilang yakni laptop (6 unit), notebook (1 unit), komputer PC (4 unit), TV Axio 35 inch, sound system, finger print, bel sekolah, dan speaker aktif.

Nilai total barang ini diperkirakan sekitar Rp 80 juta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved