Ekonomi dan Bisnis

Masih Belum ada Kenaikan Tarif Ojek Online di Kota Banjarmasin

Driver ojek online di Banjarmasin harus bersabar karena kenaikan tarif yang semula ditetapkan Sabtu (10/9/2022) harus tertunda saat Minggu (11/9/2022)

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MIA MAULIDYA
Para Ojek Online di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (10/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ojek online di Kota Banjarmasin masih belum ada kenaikan ongkos, masih dengan harga yang tetap pada sebelumnya, Sabtu (10/9/2022).

Para driver ojek online (Ojol) sepertinya harus bersabar. Pasalnya, kenaikan tarif ojol yang semula ditetapkan Sabtu (10/9/2022), harus tertunda hingga esok hari atau tengah malam nanti, saat Minggu (11/9).

Penundaan ini berdasarkan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

Penuturan Adan, ojol Maxim, pihaknya masih belum ada kenaikan tarif. "Saat ini masih belum ada kepastian kenaikan, " ucapnya.

Baca juga: Penjualan Motor Listrik di Kota Banjarbaru Kalsel Meningkat, Pascakenaikan Harga BBM

Baca juga: Pasar Murah Telur di Pusat Kuliner Mabuun Tabalong, Transaksi Pakai QRIS Dapat Potongan Harga

Baca juga: Musprov VII Kadin Kalsel Siap Digelar, Penentuan Ketua Kadin dari 2 Orang Kandidat

Selain itu, menurut kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sangat berdampak sekali terhadap perekonomiannya.

"Apalagi untuk jasa ini terbilang masih murah dibandingkan yang lainnya," ucapnya.

Kemudian, Adan juga berkata, dari pihaknya ingin adanya terobosan, "Dalam segi bantuan di saat BBM mengalami kenaikan," harap dia.

Sedangkan Arul dari Gojek, menyebut, kenaikan ongkos ojol terus tertunda. Sedangkan harga BBM, telah mengalami kenaikan lebih dulu.

Baca juga: Pria Siram Air Keras ke Wajah Mantan Istri, Korban Dirawat Intensif di RSUD H Damanhuri Barabai

Baca juga: Sejumlah Jalan Terendam Akibat Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel

Baca juga: Lima Kecamatan Terdampak Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel, Ini Data Sementara BPBD

"Sampai hari ini, kenaikan ongkos ojol terus tertunda. Harusnya, naikkan ongkos ojol dulu, baru naikkan harga BBM," tandasnya. 

Sementara itu, Andre dari Grab, mengatakan, antrean panjang juga terjadi di jalur pertalite SPBU, sehingga menyita waktunya dalam menunggu penumpang. 

"Harga sudah naik, mana antrean di pom pertalite panjang," keluhnya. 

Adapun untuk kenaikan ongkos ojol, zona ketiga, tarif batas bawah, naik dari Rp 2.100 menjadi Rp 2.300 dan tarif batas atas naik dari Rp 2.600 menjadi Rp 2.750. Tarif minimal untuk zona ketiga adalah Rp 9.200 sampai Rp 11.000.

Baca juga: Pelaku Dugaan Pencabulan Anak di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Ditangkap Polisi

Baca juga: 3 Narapidana Lapas Kelas IIA Banjarmasin Dipindahkan ke Batu Nusakambangan

Baca juga: Tahanan Penganiayaan yang Kabur Diringkus Polresta Banjarmasin

Zona ini meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

( Banjarmasinpost.co.id/Mia Maulidya)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved