Berita Banjarmasin

Gelar Aksi di Bundaran Hotel A, Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak Banjarmasin Tolak BBM Naik

Puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM Bersubsidi

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
Banjarmasin Post/M Syaiful Riki
Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak menggelar aksi penolakan kenaikan tarif BBM bersubsidi di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Minggu (11/9/2022) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel A Banjarmasin, Minggu (11/9/2022).

Dari atas mobil offroad berwarna hitam, satu per satu massa yang mengenakan kostum hitam-hitam itu secara bergantian berorasi menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Tampak massa juga membawa satu spanduk yang berisi tulisan “Jokowi Tega Sama Rakyat… Ya!?.”

Kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif BBM dirasa sangat berdampak langsung terhadap masyarakat Adat. Khususnya, yang berada di wilayah pegunungan, hulu sungai, dan pedalaman.

“Masalah BBM ini menjadi urat nadi bagi masyarakat Adat,” kata Komandan Brigade Batamad Kota Banjarmasin, Kelana.

Baca juga: Harga BBM Bersubsidi Naik, Kini Warga Banjarmasin Pilih Antre Pertalite di SPBU  

Baca juga: Diduga Menyalahgunakan BBM Bersubsidi, Dua Sopir di Banjarbaru Berurusan dengan Polisi

Sebab, menurutnya keseharian warga pedalaman Kalimantan sangat bergantung terhadap BBM. Seperti penerangan, yang harus menggunakan mesin diesel. Belum lagi, orangtua yang mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah, dengan jarak tempuh lumayan jauh.

Selain itu, persediaan BBM di wilayah tersebut, lanjut Kelana, sangat terbatas.

“Sebelum harga BBM dinaikkan pemerintah, di pedalaman sudah mahal, karena stoknya sedikit. Ini tentu sangat membebankan mereka,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, Batamad mendesak pemerintah segera mencabut kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Baca juga: Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, KAMMI Kalsel : Bahan Pokok Semakin Mahal

Mereka juga meminta pemerintah segera mengantisipasi laju inflasi dan praktik-praktik lonjakan harga bahan pokok secara sepihak oleh oknum tertentu.

“Jangan sampai akibat naiknya harga BBM ini merugikan dan membuat masyarakat semakin miskin,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved