Ekonomi dan Bisnis

Harga BBM Naik, Nelayan Banjarmasin Sebut Biaya Operasional Melambung

Naiknya harga solar subsidi dari Rp 5.150 jadi Rp 6.800 per liter sangat berpengaruh pada biaya melaut para nelayan dari Banjarmasin, Kalsel.

Penulis: Noorhidayat | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOORHIDAYAT
Kapal nelayan yang bersandar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (11/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kenaikan harga BBM bersubsidi rupanya sudah berimbas kepada biaya operasional kapal nelayan. 

Seperti yang dirasakan saat ini oleh Ahmadi, nelayan asal Sungai Jingah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Ahmadi.

Saat ditemui Banjarmasinpost.co.id di kapalnya yang masih sandar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dia membeberkannya, Minggu (11/9/2022).

Harga solar subsidi yang naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter sangat berpengaruh terhadap biaya perjalanannya saat melaut.

"Iya, beban jadinya, melambung biaya operasional kami. Jelas, kenaikan harga BBM berimbas kepada kami," ucapnya.

Baca juga: Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Kapal dari Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel Juga Akan Naik

Baca juga: Tarif Terbaru Gojek dan Grab, Berlaku Hari Ini Minggu 11 September 2022, Berbeda Tiap Daerah

Baca juga: Masih Jual Stok Lama, Harga Kebutuhan Harian di Tabalong Masih Tergolong Stabil

Satu kali berangkat melaut mencari ikan, seperti ke Kepulauan Masalembu yang baru saja Ahmadi datangi, memerlukan solar sebanyak enam drum untuk pergi dan pulang.

Jika dihitung per liter, maka Ahmadi memerlukan sekitar 1.200 liter solar sekali melaut.

Kalau kenaikan harga mencapai Rp 1.650 per liter, maka biaya tambahan yang harus dikeluarkan Ahmadi dari sebelum-sebelumnya sekitar Rp 2 juta.

"10 sampai 20 persen naiknya pengeluaran kami untuk keperluan biaya operasional," bebernya.

Untuk menutupi pengeluaran, selanjutnya terpaksa membuka harga lelang sedikit lebih tinggi dari biasa.

Baca juga: Sudah 8 Pasar di Kalsel Terapkan QRIS, Lebihi Target Perwakilan Bank Indonesia Kalsel

Baca juga: Jadi Lokasi Kick off GNPIP Kalsel, Bupati: Tabalong Punya Potensi Pangan Cukup Besar

Baca juga: Gagal Panen di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Mencapai Lahan Seluas 1.747,29 Hektare

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved