Ekonomi dan Bisnis

Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Kapal dari Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel Juga Akan Naik

PT Angkutan Sungai Danau Penyebengan (ASDP) Cabang Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Kalsel akan naikkan tarif, menyesuaikan kenaikan harga BBM.

Penulis: Man Hidayat | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MAN HIDAYAT
Pelabuhan Ferry Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata berpengaruh besar terutama dibidang transportasi, baik itu darat, udara dan laut.

Begitu angkutan kapal penumpang akan menerapkan kenaikan tarif. 

Ini menyebabkan mahalnya harga BBM sehingga saat ini semua pihak juga akan ikut menaikkan tarif angkutan kapal penumpang, misalnya saja di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Angkutan kapal penyebrangan misalnya, di Kabupaten Tanbu punya rute penyeberangan pendek dan panjang antar kabupaten dan antar provinsi. 

Baca juga: Sudah 8 Pasar di Kalsel Terapkan QRIS, Lebihi Target Perwakilan Bank Indonesia Kalsel

Baca juga: Masih Jual Stok Lama, Harga Kebutuhan Harian di Tabalong Masih Tergolong Stabil

Baca juga: Tarif Terbaru Gojek dan Grab, Berlaku Hari Ini Minggu 11 September 2022, Berbeda Tiap Daerah

Di Pelabuhan Penyeberangan Angkutan Sungai Danau Penyebengan (ASDP) Cabang Batulicin, juga sudah mengusulkan harga kenaikan tarif penyebrangan tersebut. 

 

Di PT ASDP Batulicin, ada dua rute yang dilayani, yaitu Batulicin Kabupaten Tanbu-Tanjung Serdang Kabupaten Kotabaru dan Batulicin Kabupaten Tanbu-Garongkong Sulawesi Selatan (Sulsel). 

"Harga BBM naik, tentu saja sangat berpengaruh pada penyebrangan karena BBM adalah bahan utama yang digunakan untuk kapal penyebrangan, dan kita sudah mulai usulkan ke Gubernur Kalimantan Selatan untuk menaikan tarif, " kata General Manager PT ASDP Cabang Batulicin, Umar Imran, saat dihubungi banjarmasinpost.co.id melalui telepon selulernya, Minggu (11/9/2022). 

Menurut Umar, usulan itu disampaikan untuk dipelajari karena harga BBM naik sangat berpengaruh sekali. Kendati masih usulan, maka sementara ini penyeberangan masih menggunakan tarif lama. 

Baca juga: Bawa Gadis 14 Tahun Lalu Lakukan Persetubuhan di Hotel Tanbu, Pemuda Ini Dilaporkan ke Polisi

Baca juga: Pompa Intake PDAM Balangan di Gunung Pandau Terbakar, Tim Teknik Berjibaku Lakukan Pergantian

Harga BBM naik diakuinya sudah berjalan beberapa hari, dan bila dihitung pengeluaran tentu saja alami kerugian. Namun sebagai perusahaan d ibawah BUMN, pelayanan harus tetap jalan. 

"Kami ada dua rute, antar kabupaten dan antar provinsi. Untuk antarkabupaten, maka yang menentukan adalah keputusan Gubernur. Sedangkan untuk antarprovinsi, putusannya langsung dari Kementerian Perhubungan, " katanya. 

Untuk putusan usulan, pihaknya masih menunggu dari Gubernur dan Kementerian langsung, menanggapi persoalan harga BBM tersebut. 

Sementara itu, pemilik kapal swasta yang juga beroperasi di Batulicin, yaitu PT Dharma Lautan Utama Cabang Batulicin, juga masih menunggu putusan kantor pusat. 

Baca juga: Prodi Teknik Mesin ULM Hibahkan Mesin Pencacah dan Pellet Sampah ke Urban Dewan HST  

Baca juga: Makam Tua di Imban Kabupaten Tanahlaut, Ditemukan Warga Sejak Belasan Tahun Silam

Dharma Lautan Utama (DLU) di Batulicin juga punya dua kapal yang dioperasikan, yaitu Jalur Batulicin-Tanjung Serdang di Pelabuhan PT ASDP Batulicin dan rute Batulicin - Pare-pare Sulawesi Selatan yang sandar di Pelabuhan Pelindo Batulicin

"Harga BBM naik, namun kita masih terus operasi dan pastinya hitungan rugi karena tarif yang diberlakukan masih yang lama sedangkan harga BBM naik 32 persen," kata Manager PT DLU Cabang Batulicin, Jamirin.

Sebab itu, kemungkinam tarif angkutan kapal juga akan naik namun masih berproses.

(Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved