Korupsi di Kalsel

Perkara Bergulir di Tingkat Banding Banjarmasin, Abdul Wahid HK Siapkan Kontra Memori Jaksa KPK

Terdakwa korupsi, Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid akan menyampaikan kontra memori banding dari jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Terdakwa kasus dugaan korupsi, Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) nonaktif, H Abdul Wahid, saat tiba di Gedung Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (11/4/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak menyia-nyiakan hak, terdakwa perkara korupsi, yakni mantan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK menyiapkan kontra memori banding. 

Penasihat hukumnya, Fadli Nasution, mengatakan, telah menerima salinan memori banding yang telah disampaikan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) ke pengadilan Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Betul, kami sudah terima memori bandingnya pada tanggal 8 September 2022," ujarnya, Minggu (11/9/2022).

Saat ini, pihaknya masih mempelajari seluruh poin memori banding dari Jaksa Penuntut Umum KPK tersebut.

Selanjutnya, kata Fadli, akan disusun kontra memori banding dari pihaknya untuk selanjutnya juga diserahkan ke pengadilan. 

Baca juga: Bawa Gadis 14 Tahun Lalu Lakukan Persetubuhan di Hotel Tanbu, Pemuda Ini Dilaporkan ke Polisi

Baca juga: Makam Tua di Imban Kabupaten Tanahlaut, Ditemukan Warga Sejak Belasan Tahun Silam

"Setelah mempelajari memori bandingnya, kami akan segera menyusun kontra memori banding dan menyampaikannya ke Pengadilan," kata Fadli.

 

Diketahui, perkara yang menjerat Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid masih bergulir dalam tahap banding di Pengadilan Tinggi Banjarmasin. 

Ini setelah pihak Jaksa Penuntut Umum KPK mengajukan banding atas vonis pidana yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin kepada terdakwa, Senin (15/8/2022).

Sebelumnya, Majelis Hakim yang diketuai Yusriansyah bersama dua Hakim Anggota, Achmad Gawi dan Arief, memvonis Abdul Wahid dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp 500 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Namun dalam vonis yang dibacakan pada Senin (15/8/2022) tersebut, Majelis Hakim mengenyampingkan tuntutan Penuntut Umum terkait hukuman pidana tambahan bagi terdakwa, yakni membayarkan uang pengganti Rp 26 miliar.

Baca juga: Pompa Intake PDAM Balangan di Gunung Pandau Terbakar, Tim Teknik Berjibaku Lakukan Pergantian

Baca juga: Gelar Aksi di Bundaran Hotel A, Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak Banjarmasin Tolak BBM Naik

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim tak mempertimbangkan tuntutan tersebut karena tak dicantumkan dalam dakwaan. Namun tiba-tiba, muncul pada tuntutan Penuntut Umum KPK.

Alhasil melalui putusan Majelis Hakim, terdakwa yang merupakan Bupati HSU dua periode tersebut luput dari ancaman hukuman membayar uang pengganti.

Pada memori banding yang disampaikan saat Senin (1/9/2022), Jaksa Penuntut Umum KPK menyampaikan 3 poin. 

Pertama, terkait dengan pembuktian pasal 12B (penerimaan gratifikasi) yang diakui terdakwa karena menerima pemberian uang. 

Gratifikasi tersebut, di antaranya diterima dari pihak kontraktor yang memenangkan proyek di Pemkab HSU

Kedua, uang tunai Rp 4,1 miliar yang ditemukan di rumah H Abdul Wahid HK saat dilakukan penggeledahan merupakan uang gratifikasi yang diberikan pada terdakwa karena jabatannya selaku bupati.

Baca juga: Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Kapal dari Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel Juga Akan Naik

Baca juga: Tarif Terbaru Gojek dan Grab, Berlaku Hari Ini Minggu 11 September 2022, Berbeda Tiap Daerah

Uang itu terhitung tiga puluh hari kerja sejak diterima oleh terdakwa tidak pernah pula dilaporkan pada Direktorat Gratifikasi KPK

Ketiga, soal pembayaran uang pengganti Rp 26 miliar juga seharusnya tetap dibebankan pada terdakwa karena telah dinikmati dan dibelanjakan dengan membeli berbagai aset berupa tanah dan bangunan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved