Ekonomi dan Bisnis

Sudah 8 Pasar di Kalsel Terapkan QRIS, Lebihi Target Perwakilan Bank Indonesia Kalsel

QRIS diluncurkan di Pasar Tradisional di Tabalong. Tiga pasar tradisional di Tabalong menerapkan QRIS sehingga di Kalsel kini ada 8 pasar teapkan QRIS

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Dinas Perdagangan Kalsel untuk BPost
Kadisdag Kalsel, Birhasani gunakan pembayaran QRIS di Pasar Tabalong, Minggu (11/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Untuk yang kesekian kalinya diluncurkan metode pembayaran QRIS di Kalsel yang merupakan program Kerjasama Bank Indonesia dengan  Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel dengan sasaran Pasar Tradisional.

Target Perwakilan  Bank Indonesia Kalsel tahun 2022 ini sebanyak 7 pasar yang menerapkan sistem pembayaran Non Tunai melalui QRIS, kini sudah terealisasi bahkan melebihi target.

Kini sudah sebanyak  delapan pasar yang menerapkan QRIS, yakni Pasar Bumi Cahaya Selamat Martapura, Pasar Murakata dan Pasar Keramat HST, Pasar Kemakmuran Kotabaru dan plus Duta Mall Banjarnasin, plus 3 Pasar di Kabupaten Tabalong, yaitu Pasar Bauntung Tanjung, Pasar Kelua dan Pasar Mabuun.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, Minggu (11/9/2022) mengatakan Berbelanja dengan pembayaran Non Tunai QRIS lebih aman dan praktis, karena konsumen tidak perlu membawa uang kontan yang banyak.

Baca juga: Pasar Murah Telur di Pusat Kuliner Mabuun Tabalong, Transaksi Pakai QRIS Dapat Potongan Harga

Baca juga: SIAP QRIS Diluncurkan di Pusat Kuliner Mabuun, Gubemur Kalsel Apresiasi Pemkab Tabalong

Konsumen, aman dari pencopet, tidak perlu khawatir tercecer, tidak perlu uang kembalian dan pedagang pun aman karena uang pembayarannya langsung masuk rekening sehingga tidak beresiko terhadap tindak kejahatan, seperti perampokan, copet, tercecer dan sejenisnya. 

"QRIS juga bisa digunakan tuk pembayaran retribusi, parkir, tuk penyaluran sumbangan tuk keperluan sosial, tuk pembanguan masjid, bayar zakat melalui BAZ dan lain sejenisnya," kata Birhasani. 

Birhasani mengurai, telah dilakukan Lounching oleh Gubernur Provinsi Kalsel H. Sahbirin Noor dalam hal ini diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan DR. Ir. Suparno  bersama Bupati Tabalong H. Anang Syahfiani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel H. Imam Subarkah, juga turut berhadir Drs. Birhasani Kadisdag Prov Kalsel.

Menurutnya, lounching kali ini adalah yang 8 dari target 7 pasar.  Meski sudah melebihi target, pihaknya masih terus kembangkan ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten kota lainnya di Kalsel.

Semakin banyak pasar yang menerapkan QRIS, sambung Birhasani, akan semakin baik mengingat manfaatnya yang sangat positif dalam bertransaksi.

"Selesai Lounching QRIS, rombongan langsung meninjau Pasar Mabuun Tanjung guna mengetahui secara langsung tentang ketersediaan dan evaluasi harga bahan pokok pasca kenaikan harga BBM," papar Birhasani. 

Birhasani memneberkan, ketersediaan bahan pokok aman, harga masih stabil seperti sebelum kenaikan harga BBM. 

Dalam dialog para pedagang menyebutkan bahwa stok barang mereka umumnya masih stok dengan harga lama, kecuali sayur mayur. 

Baca juga: Transaksi dengan QRIS, Pembeli di Pasar Murah Telur Pusat Kuliner Mabuun Tabalong Merasa Terbantu

"Namun demikian harga jualnya masih belum mengalami kenaikan, bahkan sebagiannya justru sudah mengalami penurunan dibanding satu minggu yang lalu, seperti telur dan ayam ras, bawang merah, minyak goreng, gula putih," urai Birhasani.

Birhasani mengimbau kepada masyarakat tetap tenang, jangan melakukan aksi borong dan untuk tetap berhemat dan selektif dalam berbelanja, utamakan yang menjadi kebutuhan real sehari-hari. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved