Wisata Waduk di Benua Tengah

Wisata Kalsel : Dibangun Pemerintah 55 Silam, Satu Waduk Lainnya Berada di Tengah Lahan Pertanian

Waduk yang ada di Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tak cuma satu. Tapi ada dua

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
BERPOSE - Pengunjung berpose di tepian waduk di Bemua Tengah. Wisata alternatif ini memyajikan suasana yang tenang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Waduk yang ada di Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tak cuma satu. Tapi ada dua buah waduk.

"Letaknya terpisah, yang satu di wilayah RT 20 dan waduk satunya lagi di wilayah RT 5," sebut Ismanu, kepala Desa Benua Tengah kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (11/9/2022).

Usia waduk tersebut telah cukup tua, puluhan tahun silam karena dibangun tahun 1955. Artinya, sekarang usianya 67 tahun.

Salah satu waduk di antaranya yakni yang berada di lingkungan RT 20 kerap dikunjungi warga hingga akhirnya menjadi wisata alternatif. Kebetulan area tepiannya luas dan teduh karena banyak pepohonan galam besar.

Baca juga: Wisata Kalsel : Belum Terapkan Karcis masuk, Pengunjung Waduk di Benua Tengah Bayar Sukarela

Baca juga: Wisata Kalsel : Tersedia Fasilitas Ini, Pelancong Dapat Jelajahi Perairan Waduk di Banua Tengah

Baca juga: Wisata Kalsel : Pengunjung Rasakan Suasana Tenang, Waduk di Banua Tengah Cocok Jadi Tempat Healing

Sementara itu waduk satunya lagi di lingkungan RT 5 tetap pada fungsi utamanya sebagai pengairan pertanian. Letaknya memang juga berdekatan lahan pertanian warga setempat.

Saat curah hujan berintensitas tinggi mendera Tala pada Januari 2021 lalu, waduk di lingkungan RT 5 tersebut bahkan pernah jebol pada tanggulnya yang berdekatan dengan pintu pembuangan.

Akibatnya kala itu ruas jalan raya Takisung di wilayah Desa Benua Tengah sempat tenggelam selama beberapa jam sehingga arus lalu lintas ke pantai Takisung kala itu juga sempat tersendat.

Pemkab Tala bersama pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 3  kemudian melakukan penanganan. Namun beberapa bulan berikutnya, September 2021, kembali jebol meski tak separah sebelumnya dan dapat diatasi secara cepat oleh BWS.

(Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved