Kriminalitas Batola

Anak 14 Tahun Dinodai, Polres Barito Kuala Kalsel Mengungkap Motif Pelaku

Polres Barito Kuala menangkap pelaku yang menodai anak 14 tahun, motifnya kenalan dari aplkasi mencari jodoh lalu dinodai di tempat sepi di Jejangkit.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
HUMAS POLRES BATOLA
Tersangka pelaku pencabulan di Jejangkit, W (21), ditangkap di Martapura Barat dan kini mendekam di dalam tahanan Polres Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (10/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pasca diamankannya W (21) sebagai pelaku pencabulan anak di wilayah Kecamatan Jejangkit, Polres Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, mengungkap sejumlah fakta baru. 

Pemberitaan sebelumnya, korban berusia 14 tahun tersebut infonya dijemput seseorang untuk mengerjakan tugas kelompok di sekolah, Senin (5/8/2022).

Namun dari hasil pemeriksaan polisi, bukan dibonceng ke sekolah, akan tetapi korban dibawa ke tempat sunyi  di wilayah Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola, kemudian digagahi pelaku. 

"Sore itu, korban ditemukan linglung di pinggir jalan dan sulit diajak bicara hingga dibawa ke Polsek Jejangkit untuk diamankan," kata Kapolres Batola, AKBP Diaz Sasongko, melalui Kasatreskrim, AKP Setiawan Malik.

Baca juga: Remaja Durian Gantang Diduga Tenggelam di Sungai Wilayah Pandawan Kabupaten HST Kalsel

Baca juga: Mayat Perempuan di Sungai Karias Kabupaten HSU Kalsel, Ini Identitas dan Kronologis Penemuannya

Baca juga: Geger Temuan Mayat Perempuan Mengapung di Sungai Karias Hulu Sungai Utara

Saat ditemukan, kondisi korban juga terlihat lusuh dan kotor, serta ada bercak darah di stelan yang ia kenakan. 

Seiring hasil pemeriksaan, ternyata korban sebelumnya memang mengenali pelaku melalui aplikasi pencarian jodoh yang bisa diakses melalui smartphone. 

"Melalui aplikasi tersebutlah, korban janjian bertemu dan dijemput pelaku. Awalnya tujuan mereka ke Banjarmasin,  tetapi kemudian diurungkan," timpal Bripka Berkat Andrew Panjaitan, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Batola

Ditambahkan Andrew, pelaku lantas membawa korban ke tempat sunyi di Jejangkit dan membujuk korban untuk bersetubuh.

Baca juga: Diduga Terbelit Utang, IRT di Kabupaten Banjar Nekad Akhiri Hidup

Baca juga: Minta Kepastian Hukum, Puluhan Pemilik Unit Kondotel The Grand Banua Sambangi Polda Kalsel

Baca juga: Polisi Buru Pelaku Bersenjata Tajam yang Menyerang Warga di Jembatan HKSN Banjarmasin

Setelah aksi itu, pelaku langsung ngacir sambil membawa ponsel milik korban. Sedangkan korban, ditinggal begitu saja.

Sementara ini, korban yang tercatat sebagai warga Kecamatan Cerbon tersebut dalam kondisi fisik sehat, bersama keluarga.

Serta, masih dalam pendampingan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA Kalsel.

Terkait kasus ini, kepolisian juga menyampaikan atensi kepada lapisan masyarakat untuk terus memantau dan mendampingi anak-anak dalam bersosial media. 

Polisi menunjukkan bekas lokasi terjadinya dugaan pencabulan di Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (6/9/2022).
Polisi menunjukkan bekas lokasi terjadinya dugaan pencabulan di Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (6/9/2022). (BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI)

Karena, rentan terjadi hal-hal yang tidak baik, serta membahayakan keselamatan anak itu sendiri. 

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved