Ekonomi dan Bisnis

Cabai Rawit di Pasar Kabupaten Kotabaru Kalsel Tembus Rp 90 Ribu Per Kilogram

Harga cabai rawit dan cabai besar di Pasar Kemakmuran Kabupaten Kotabaru, tembus hingga mencapai di angka Rp 90 ribu per kilogram.

Penulis: Herliansyah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Seorang pedagang membersihkan cabai di tempat usahanya di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Harga beberapa komoditas di Pasar Kemakmuran Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terus merangkak naik.

Bahkan harga cabai rawit dan cabai besar di pasar tersebut tembus hingga mencapai di angka Rp 90 ribu per kilogram.

Melambungnnya harga cabai itu berdasarkan hasil cek harga dilakukan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperdag) Kotabaru.

Hal itu diungkapkan Kepala Diskoperdag Kotabaru, Hardani, berdasarkan laporan tim yang melakukan pengecekan harga ke setiap pedagang.

Menurut Hardani, untuk cabai besar berada di harga Rp 65 ribu, sedangkan cabai rawit Rp 90 ribu per kilogram.

Baca juga: Public Expose LIVE 2022, 54 Perusahaan Paparkan Kinerja ke Publik

Baca juga: Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi di Banjarmasin, Mahasiswa HST dan HSU Hadir

Meski demikian, untuk komoditas lainnya masih stabil. Telur ayam berkisar diharga Rp 29 ribu per kilogram dan daging ayam diharga Rp 40 perkilogram.

"Namun ini juga pemicu (inflasi). Harga cabai tinggi cuman merata," kata Hardani kepada banjarmasinpost.co.id, melalui telepon genggamnya, Senin (12/9/2022).

Tingginya harga cabai, terjadi merata. Hal tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi, sehingga berimbas pada berkurangnya panen.

"Cuma (cabai) masih tersedia ditempat kita ( Kotabaru) ini. Cukup," terangnya.

Ditegaskan dia, tingginya harga cabai bukan karena dampak kenaikan harga BBM. Tapi disebabkan karena pasokan yang kurang lantaran dipengaruhi curah hujan tinggi.

Baca juga: Tertarik Beli Mobil Listrik, Perhatian 6 Hal Ini Sebelum Memilikinya

Baca juga: Harga Beras di Banjarmasin Melonjak, Pedagang Sebut akibat Gagal Panen

Pasokan cabai dari petani lokal misal petani Gunung Ulin dan daerah sentra-sentra penghasil holtikultura. "Tapi di sana juga sangat terbatas," ucapnya.

Selain menyebabkan tingginya harga cabai, karena pasokan berkurang. Sementara permintaan konsumen sangat tinggi.

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved