News

Edy Mulyadi Divonis 7 Bulan, Massa Adat Dayak Nasional Tak Terima, Minta Jaksa Banding

Edy Mulyadi divonis majelis hakim di PengadilanNegeri (PN) Jakarta Pusat, 7 bulan 15 hari, massa Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) tidak terima

Editor: Irfani Rahman
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
Sidang vonis terdakwa kasus 'Jin Buang Anak' Edy Mulyadi di Pengadilan Negeri (PN), Senin (12/9/2022) ricuh. Massa dari Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) tidak terima dengan putusan hakim yang memvonis Edy 7 bulan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 7 bulan 15 hari terhadap terdakwa Edy Mulyadi, Senin (12/9/2022).

Putusan vonis ini dibacakan oleh Hakim , Adeng AK.

Namun vonis 7 bulan, 15 hari terhadap Edy Mulyadi yang tersangdung kasus 'Tempat Jin Buang Anak' ini membuat massa dari Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) tidak terima.

Berdasarkan pantauan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022), kericuhan terjadi usai hakim ketua Adeng AK menyampaikan amar putusan terhadap Edy Mulyadi.

Baca juga: Keutamaan Membaca Basmalah Dijabarkan Ustadz Adi Hidayat, Hendaknya Menjadi Kebiasaan

Baca juga: Ini Dia 10 Negara Terbesar di Dunia, Rusia Urutan 1, Disusul Kanada, Indonesia Termasuk?

Hakim menyatakan Edy bersalah menyiarkan kabar yang tidak pasti.

"Mengadili, menyatakan, terdakwa Edy Mulyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan menyiarkan kabar yang tidak pasti atau tidak lengkap sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut menduga kabar demikian dapat menimbulkan keonaran di masyarakat," kata hakim ketua Adeng AK.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa yakni 7 bulan 15 hari" imbuhnya.

Setelah membacakan vonis, Hakim Adeng juga langsung memerintahkan agar Edy Mulyadi segera dikeluarkan dari tahanan.

"Memerintahkan terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan," kata hakim.

Belum selesai membacakan amar, massa yang semula tertib duduk di kursi mulai berdiri.

Mereka berteriak dan menyebut putusan hakim tidak adil.

"Putusan hakim tidak adil," kata Ketua MADN Jaelani Christo yang kemudian diikuti massa lainnya dengan ucapan senada.

"Iya, hakim tidak adil," sahut massa lainnya.

Baca juga: Buka Google Hari Ini Lihat Mangkuk Ayam Lampang, Ternyata Hasil Karya Wanita Ini, Berikut Maknanya

Baca juga: Kakek di Lamongan Ini Luka-luka Dihajar Pria Mabuk, Warga Sampai Dobrak Pintu Selamatkannya

Ruang sidang pun semakin riuh.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved