Berita Banjarmasin

Solar di Eceran Banjarmasin Tembus Rp15 Ribu per Liter, Motoris Kelotok Ini Terpaksa Naikan Tarif

Harga BBM jenis solar di berbagai eceran, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) melambung tinggi hingga Rp15 ribu perliter

Penulis: Noorhidayat | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD SYAIFUL RIKI
ILUSTRASI - Wisatawan susur sungai di atas kelotok yang masih bersandar di kawasan siring Menara Pandang Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (4/9/2022). Para motoris mengeluhkan harga solar eceran yang melambung hingga Rp 15 ribu/liter 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga BBM jenis solar di berbagai eceran, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) melambung tinggi.

Angkanya bahkan sampai lebih dua kali lipat dibanding harga di SPBU  Rp6.800 per liter.

“Baru beberapa hari yang lalu beli, harganya sudah Rp15 ribu seliter,” kata Mukti, sopir pick up pembawa barang di Banjarmasin, Senin (12/9/2022).

Dia mengaku,  membeli solar di eceran ketimbang di SPBU lantaran belum terdaftar di aplikasi MyPertamina.

Baca juga: Harga BBM Terbaru Rabu 7 September 2022 di Seluruh Indonesia, Pertalite, Pertamax Hingga Bio Solar

Baca juga: Amankan Penimbun BBM, Polres Bontang Amankan 835 Liter Solar Bersubsidi

Seperti diketahui, Pertamina kini menerapkan setiap pembelian Pertalite dan Solar wajib melakukan pendaftaran di MyPertamina.

Selain itu, kata dia, hampir di setiap SPBU Banjarmasin terpantau antrean panjang.

“Antrenya lama, sedangkan harus ngejar waktu,” ujarnya.

Beda cerita, masalah mahalnya harga solar bersubsidi di tingkat eceran juga dirasakan Iki, motoris kelotok wisata di Siring Menara Pandang Banjarmasin.

“Rata-rata memang di eceran harganya sekitar Rp14-15 ribu,” ucapnya.

Iki terpaksa harus membeli solar di eceran lantaran tak bisa mendapatkannya di SPBU.

Dalam aturan terbaru, konsumen tidak diperbolehkan lagi menggunakan jeriken.

“Sedangkan kami saja tidak punya mobil,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Iki harus memutar otak.

Satu di antaranya dengan terpaksa menaikkan tarif perjalanan sungai dari Siring Menara Pandang menuju Lok Baintan, Kabupaten Banjar.

Baca juga: Kesulitan Dapat Solar, Nelayan di Kabupaten Tanah Bumbu Ini Banyak Beralih Jadi Buruh Bangunan

Dari sebelumnya Rp400 ribu menjadi Rp450 ribu untuk satu kali carteran.

Masalah melonjaknya harga solar di eceran sebenarnya bukan hal baru.

Sebelum pemerintah menaikkan tarif BBM bersubsidi per 3 September lalu, harga solar di eceran sudah melambung. Angkanya berada di kisaran Rp11 ribu sampai Rp14 ribu per liter.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved