Berita Tabalong

UHC Sejak 2020, Kepesertaan JKN di Kabupaten Tabalong Capai 99,74 Persen

Cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Tabalong mencapai 99,74% atau mencakup 254.503 dari total 255.172 penduduk Kabupaten Tabalong

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman
Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama dan Expose Pelayanan Kesehatan Peserta JKN Kabupaten Tabalong, Senin (12/9_2022) di Hotel Aston Tanjung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Hampir seluruh masyarakat di Kabupaten Tabalong saat ini telah terdaftar kepesertaannya dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ini terungkap dalam Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama dan Expose Pelayanan Kesehatan Peserta JKN Kabupaten Tabalong,  Senin (12/9/2022) di Hotel Aston Tanjung.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong ini juga dihadir Wakil Bupati Tabalong, H Mawardi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Chohari, menyampaikan, apresiasinya kepada komitmen Pemkab Tabalong yang terus mempertahankan predikat UHC sejak diraihnya pada tahun 2020.

Baca juga: Program UHC Berlaku di HSU, BPJS Kesehatan Jadi Syarat Layanan Umum Tak Jadi Masalah

Baca juga: 8.284 Data UHC di Kabupaten HSS Dihapus Sementara, Ini Alasannya

Baca juga: Temui Bupati Arifin Arpan, Kepala BPJS Cabang Barabai Harapkan Tapin Wujudkan UHC

“Sejak UHC pada tahun 2020 lalu, pemerintah Kabupatan Tabalong terus menunjukkan komitmennya untuk mendaftarkan penduduknya sebagai peserta JKN,“ katanya.

Berdasarkan data yang ada, saat ini cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Tabalong mencapai 99,74 persen atau mencakup 254.503 dari total 255.172 penduduk Kabupaten Tabalong.

Chohari juga menjelaskan, dengan dilaksanakannya expose pelayanan kesehatan peserta JKN ini akan mampu menyebarkan informasi kepada masyarakat bahwa saat ini pelayanan bagi peserta JKN juga semakin mudah melalui hadirnya berbagai kanal pelayanan.

“Bertepatan hari ini hadir juga perwakilan dari kecamatan serta desa di Kabupaten Tabalong maka kami titipkan pesan dan informasi kepada masyarakat bahwa bagi peserta Program JKN saat ini telah hadir beragam inovasi layanan sehingga masyarakat tidak lagi harus menuju kantor BPJS Kesehatan untuk mendapat pelayanan administrasi," ujarnya.

Informasi ini bisa diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (Pandawa), CHIKA, VIKA, maupun Care Center 165.

Diungkapkannya juga  salah satu tantangan bersama dengan Pemkab Tabalong  adalah pada peserta segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki tunggakan iuran sehingga akan memengaruhi tingkat keaktifan dan pelayanan kesehatannya.

“Khusus bagi peserta PBPU atau mandiri menunggak, saat ini kami hadir dengan program Rehab atau Rencana Pembayaran Iuran Bertahap," katanya.

Baca juga: Tekan Premi BPJS, Komisi II DPRD Tala Minta Dinkes Sisir Pejabat dari Daftar UHC

Dimana peserta yang memiliki tunggakan iuran di atas tiga bulan dapat melunasi tunggakan iurannya melalui mencicil atau pembayaran bertahap yang teknis pendaftaran dan simulasinya dapat dilakukan langsung melalui Aplikasi Mobile JKN.

Selain itu, sebagai upaya koordinasi dan tindak lanjut pihaknya mengharapkan akan terbentuk sebuah forum komunikasi yang memudahkan diskusi para pihak.

“Mungkin dalam bentuk seperti grup WA, sehingga hal-hal yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut dari forum ini akan bis akita bahas bersama disitu,” kata Chohari. (Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved