Berita Banjarbaru

Aksi Damai Sopir Angkot di Banjarbaru, Tuntut BRT Setop Angkut Penumpang di Pasar Sekumpul

Aksi damai sopir angkot itu ditujukan kepada Bus Rapid Tramsit (BRT), yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
aksi damai sopir angkot banjarbaru, di terminal simpang 4 banjarbaru, keluhkan jalur operasional BRT 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Puluhan sopir Angkutan Kota (Angkot) di Kota Banjarbaru, menggelar aksi damai, di Terminal Simpang Empat, Banjarbaru.

Aksi itu mereka tujukan kepada Bus Rapid Tramsit (BRT), yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel.

Bus berwarna biru itu dinilai beroperasi di jalur trayek Angkot Kota Banjarbaru, khususnya jalur ramai penumpang.

Jalur-jalur yang dimaksud dari Pasar Sekumpul, Sungai Besar dan Trikora menuju Terminal Gambut Barakat, Km 17.

Baca juga: Pastikan Takaran Alat Ukur Sesuai, Disdag Banjarbaru Tera Ulang Timbangan Pedagang di Pasar Bauntung

Baca juga: Imbau Masyarakat Tidak Memberi Uang ke Badut dan Pengemis di Jalan, Begini Alasan Sekdako Banjarbaru

Berkaitan hal tersebut, para sopir tegas meminta, agar BRT tidak lagi melintasi jalur-jalur tersebut.

"Permintaan kami ini, karena mereka tidak ada koordinasi, dan tidak ada pemberitahuan ke kami. Kami merasa diserobot, seperti tidak ada artinya," kata Ketua DPC Organda Kota Banjarbaru, Alfin, Selasa (13/9/2022).

Alfin menjelaskan, beroperasinya BRT di jalur ramai penumpang tersebut, berdampak terhadap pemasukan para sopir.

Baca juga: Pekerja Tambang Gelar Aksi Massa di DPRD Tabalong, Petugas Gabungan Lakukan Pengamanan

Baca juga: Jasad Bayi Lelaki Ditemukan Hanyut di Sungai Limamar Astambul Kabupaten Banjar

"Penghasilan para sopir anjlok, semua penumpang mereka ambil. Mau makan apa lagi kami, padahal itu jalur penumpang kami. Dan ini sudah berlangsung hampir tiga bulan," jelasnya.

Selanjutnya Alfin mengaskan, pihaknya akan melkukan tindakan bila menemukan adanya BRT yang melintasi jalur-jalur tersebut.

"Kalo ada kami temukan, penumpangnya kami turunkan, atau sopir kami suruh balik. Yang penting mereka tidak boleh melewati jalur ini," terangnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved