Breaking News:

Kampusiana

Harga Pakan Mahal, Pembudidaya Ikan di Jelapat Kabupaten Batola Diajarkan Cara Membuatnya

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPK ULM) ajarkan pembudidaya ikan di Desa Jelapat Baru Batola membuat pakan sendiri.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
JUNIUS AKBAR KEPADA BANJARMASIN POST
Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPK ULM), melibatkan pula mahasiswanya, mengajarkan cara membuat pakan kepada para pelaku budi daya pembesaran ikan di Desa Jelapat Baru, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  BANJARBARU - Harga pakan ikan pada saat ini terus naik, sehingga menjadi keluhan pembudidaya pembesaran ikan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itulah yang mendorong Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat ( FPK ULM) di Banjarbaru, melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWM), melatih pembudidaya membuat pakan ikan mandiri.

Pelatihan diberikan pada Kelompok Pembudidaya Ikan Berkat Bersama Desa Jelapat Baru Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala.

Menurut dosen FPK ULM yang juga anggota tim, Junius Akbar, penyediaan pakan ikan yang cukup merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya pembesaran ikan.  

Bagi sebagian pembudidaya ikan, masalah pakan adalah penyebab utama pembudidaya enggan melakukan budi daya pembesaran ikan. Terlebih saat ini harga pakan komersial cukup mahal.

Baca juga: Akhirnya, Kenaikan Tarif Dievaluasi PTAM Intan Banjar Setelah Pertemuan di Martapura Kalsel

Baca juga: Aksi Damai Sopir Angkot di Banjarbaru, Tuntut BRT Setop Angkut Penumpang di Pasar Sekumpul

"Akibatnya, untuk melakukan budi daya pembesaran memerlukan modal yang besar," ujarnya.

Dalam budi daya ikan, pakan merupakan komponen biaya produksi yang memakan biaya yang sangat besar. Sekitar 60-70 persen biaya budi daya pembesaran ikan berasal dari pakan. 

"Karenanya kita berkewajiban untuk memecahkan persoalan yang dihadapi pembudidaya secara langsung dan mempercepat pembangunan masyarakat," katanya.

Dalam kegiatan yang diisi dosen FPK ULM, yakni Muhammad Adriani, Fatmawati, ini diikuti pengurus, anggota kelompok pembudidaya ikan Berkat Bersama dan Masyarakat Desa Jelapat Baru.

Terlibat pula, mahasiswa Prodi Akuakultur FPK ULM, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan penyuluh perikanan.

Baca juga: Kasus 2 Bayi Dibuang di Astambul dan Mataraman Kabupaten Banjar Kalsel Masih Diselidiki Polisi

Baca juga: Jasad Bayi Lelaki Ditemukan Hanyut di Sungai Limamar Astambul Kabupaten Banjar

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved